Hello,

Reader

Keberadaan Harun Masiku Masih Gelap
Keberadaan Harun Masiku Masih Gelap

Jakarta, HanTer - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memberikan target waktu pencarian terhadap Harun Masiku, caleg PDI Perjuangan yang menjadi tersangka dugaan suap kepada mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat ini keberadaan Harun masih gelap sehingga KPK menetapkan Harun sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Senin, 27 Januari 2020. 

"Pimpinan KPK harus menjelaskan kepada publik tenggat waktu pencarian Harun Masiku. Sebab, proses ini sudah terlalu berlarut-larut," ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana di Jakarta, Selasa (11/2/2020). 

Kurnia menilai, keberadaan Harun Masiku yang tidak jelas akan semakin memperburuk pandangan publik terhadap Pimpinan KPK yang dianggap tidak serius menuntaskan perkara dugaan suap terhadap mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan untuk memuluskan Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI. Contoh sebelumnya yang merujuk pada kegagalan KPK dalam operasi tangkap tangan di DPP PDIP dan PTIK.

"Misalnya saja merujuk pada kegagalan KPK dalam menyegel kantor PDIP, kegagalan Pimpinan KPK menjelaskan apa yang terjadi di PTIK, dan perihal kantor DPP PDIP yang sampai saat ini tak kunjung digeledah oleh KPK," jelasnya.

Bahkan, Pimpinan KPK bukannya serius menangani perkara ini tetapi malah sering safari ke beberapa lembaga negara. "Ketua KPK menunjukkan gimmick aneh dengan memasak nasi goreng disaat-saat genting seperti ini. Kendalanya hanya karena tim belum mengetahui keberadaan Harun," kata Kurnia.

Tak Ada Kendala

Dikesempatan berbeda, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan tidak ada kendala terkait pencarian Harun Masiku. Menurut dia, belum ada informasi terbaru mengenai keberadaan Harun, Pimpinan KPK hanya memerintahkan untuk tetap mencari Harun.

"Dari pimpinan juga memerintahkan untuk terus mencari keberadaan yang bersangkutan dan menangkapnya. Tadi sudah disampaikan kepada tim. Sementara belum ada update. Karena kan belum tahu dia ada dimana kalau ada ya langsung tangkap," jelasnya.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. 

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.


#KPK #suap #pdip #kpu #harunmasiku

Komentar Anda
Komentar