Hello,

Reader

Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak Berantakan

 

Cianjur, HanTer – Banyak pihak tak menyangka sedikitnya empat rumah dan dua bangunan sekolah di Kampung Cihaur, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat angin puting beliung dan pohon tumbang.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil diperkirakan mencapai seratusan juta rupiah," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Mokhamad Irfan Sopyan di Cianjur, Rabu (12/2/2020).
Dikutip dari Antara, ia menjelaskan, pihaknya mendapat laporan menjelang sore angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut sempat berputar-putar di sebagian besar Kampung Cihaur, namun bangunan yang terdampak terdapat di satu wilayah rukun tetangga (RT).
Sejumlah pohon berukuran besar di kampung tersebut roboh menimpa bangunan rumah dan sekolah. Warga yang mendapati hal tersebut berhamburan keluar rumah mencari tanah lapang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan bangunan yang rusak di RT 03, ungkap dia, terdiri dari empat rumah warga, dua bangunan sekolah madrasah milik Madrasah Diniyyah Hidayatul Mubtadiin dan Pesantren Darul Azhar serta satu atap bangunan pabrik roboh.
"Hingga saat ini, petugas dari BPBD dan relawan masih melakukan pendataan karena masih banyak rumah warga yang rusak sedang dan ringan belum terdata. Namun perkampungan yang terparah di RT 03," katanya.
Pihaknya akan segera mengirimkan bantuan setelah pendataan yang dilakukan petugas rampung seluruhnya. "Untuk perbaikan rumah nanti akan dikordinasikan dengan dinas terkait," katanya.
Hujan Abu
Sedangkan di Sleman, sebagian wilayah di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mengalaminya hujan abu tipis setelah Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman dan Jawa Tengah erupsi pada Kamis (13/2) pagi sekitar pukul 05.16 WIB.
"Setelah dua jam dari erupsi, terpantau wilayah yang terdampak hujan abu tipis di beberapa wilayah di Kecamatan Pakem dan Cangkringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman.
Menurut dia, daerah yang terdampak hujan abu tipis tersebut yaitu di Kaliadem Lama, Desa Kepuharjo, Dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan.
"Sedangkan di Kecamatan Pakem hujan abu tipis terpantau di Bukit Turgo dan sekitarnya," katanya.
Menurut dia, saat ini kondisi sudah kondusif dan tidak sampai menimbulkan kepanikan di masyarakat lereng Merapi.
"Situasi warga masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi saat ini masih beraktifitas seperti biasa, demikian juga para wisatawan justru mendapatkan pengalaman baru dan berwisata seperti biasa," katanya.
Makwan mengatakan meskipun terjadi hujan abu tipis namun BPBD Kabupaten Sleman tidak akan melakukan pembagian masker.
"Tidak ada pembagian masker, karena kemungkinan area terdampak tidak terlalu luas dan masih ada persediaan pribadi masyarakat lereng Merapi. Saat ini masker harus dihemat karena meningkatnya permintaan masker," katanya.
Ia mengatakan, saat ini status Gunung Merapi belum berubah dan masih pada status Level II atau waspada.
"Sedangkan untuk rekomendasi potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif," katanya. 



#Rumah #Berantakan

Komentar Anda
Komentar