Hello,

Reader

Anies Baswedan Paling Populer Layak Menjadi Capres 2024, GMPI Siap Mengawal
Anies Baswedan Paling Populer Layak Menjadi Capres 2024, GMPI Siap Mengawal

Jakarta, HanTer - Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mendeklarasikan Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024. GMPI juga bertekad mengantarkan Gubernur Jakarta itu menjadi presiden. Namun Anies menolak hadir dalam acara "Anies For President 2024,” yang digelar ormas tersebut.

Menanggapi pencalonan tersebut, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Raden Ujang Komarudin mengatakan, saat ini Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta memang paling populer dibanding nama-nama lain yang dijagokan menjadi capres dan cawapres 2024. Tidak heran ada ormas yang bakal deklarasikan Anies sebagai capres 2024. Karena Anies semakin dibully maka semakin populer di masyarakat.

"Namun dalam politik. Populer saja tidak cukup. Selain populer Anies harus juga memiliki elektabilitas tinggi," ujar Raden Ujang Komarudin kepada Harian Terbit, Minggu (16/2/2020).

Menurut Ujang, karena seseorang yang populer di masyarakat maka belum tentu terpilih sebagai presiden. Oleh karena itu seseorang yang memiliki elektabilitas tinggi itulah yang berpeluang terpilihnya besar. Sementara peluang Anies masih fifty-fifty. Sehingga deklarasi Anies for Presiden 2024 bisa menjadi jebakan batman bagi Anies. Karena yang deklarasi hanya Ormas. Bukan partai politik. 

"Sedangkan yang berhak mengusung capres atau cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik," jelasnya.

Jadi, sambung Direktur Eksekutif Indonesian Political Review ini, deklarasi dukungan terhadap Anies oleh Ormas itu ada positif dan ada negatifnya. Positifnya orang bisa menilai Anies sebagai capres. Negatifnya Anies akan dipotong ditengah jalan sehingga tak bisa nyares di 2024. Harusnya ormas yang mendukung Anies sebagai capres 2024 juga harus berhitung.

"Anies pada 2022 akan berhenti sebagai gubernur DKI Jakarta. Karena tak ada Pilkada di 2022 maka Gubernur akan di Pelaksana Tugas (Plt) kan oleh Mendagri. Karena Pilkadanya ditarik ke 2024.  Kalau Anies tak jadi gubernur lagi. Artinya dia akan lemah. Itu yang harus dipikirkan. Karena jika Anies tak punya jabatan, sulit tuk bersaing di Pilpres 2024," paparnya.

Terburu-buru

Sementara itu, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, belum saatnya Anies menjadi capres 2024. Karena urusan Jakarta saja belum tuntas. 

Jerry pun menilai, adanya ormas yang deklarasikan Anies for presiden 2024 merupakan langkah yang terlalu terburu-buru atau terkesan prematur. 

Dia mengakui, deklarasi Anies for presiden 2024 merupakan strategi political market untuk menaikkan elekabilitas dan popularitasnya.

"Apalagi Walikota Surabaya Risma lebih banyak pedukungnya ketimbang Anies. Makanya popularis Anies di luar Pulau Jawa belum mampu bersaing. Tapi Anies pasti akan lebih pede," paparnya.

Menurutnya, ada peluang Anies jadi capres, tapi tipis. “Political Branding atau pencitraan politikny terlalu over atau berlebihan. Nah pemilih tradisional atau grassroot maunya yang apa adanya tanpa di bikin-bikin dan tidak jujur apalagi plin-plan. Dari soal anggaran kurang terbuka dan kredibilitasnya belum dipercaya.dan suka merubah-rubah kebijakan,: ujarnya.

Menolak Hadir

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menolak undangan dari acara sebuah organisasi masyarakat untuk mendeklarasikan dirinya maju menjadi calon presiden 2024

Acara tersebut diprakarsai Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) dalam acara "Anies For President 2024."

"Pak Anies belum mau, karena urus Jakarta Raya, dan saya denger langsung bertemu gubernur, saya langsung kontak beliau dan bicara di Hotel Bidakara di pernikahan anak Haji Lulung," ujar Ketua GPMI DKI Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh di Jakarta, Minggu.

Syarief, seperti dilansir Antara,  bersikeras isi undangan deklarasi yang dia gelar, masih sesuai dengan konteks acara, yang diharapkannya untuk mengawal kinerja Anies dan Presiden Joko Widodo hingga masa jabatan usai.

Saat meresmikan bangunan sekretariat GPMI, Syarief menyebut bangunan tersebut ditujukan untuk mengantar Anies menjadi presiden. "Kita mengantarkan tempat berzikir ini, untuk mengantarkan Anies menjadi presiden," ujar dia. 

Sangat Wajar  

Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, sah-sah saja ada ormas yang deklarasikan Anies Baswedan, Gubernur DKI sebagai Capres 2024. Deklarasi tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan secara demokatis, deklarasi Anies jadi capres 2024 merupakan iklim  yang lumrah. Oleh karena itu selain Anies, siapa saja boleh di capreskan oleh siapa saja. 

"Memang pilpres 2024, masih 4 tahun lagi. Tapi tradisi dalam sebuah proses demokratis untuk memilih seorang capres dalam kurun waktu sekarang ini bisa disebut sebagai proses wajar dan alamiah," ujar Muslim Arbi kepada Harian Terbit, Senin (17/2/2020).

Menurut Muslim, saat ini Anies yang mantan Menteri Pendidikan di Kabinet Jokowi-JK dan mantan rektor Universitas Pamaradina, sejak menjabat sebagai Gubernur DKI banyak mendapat serangan yang sering tidak objektif dan tidak masuk akal. Hampir setiap ada kebijakan yang dikeluarkan lAnies pasti mendapat serangan atau bullying.

Padahal sudah banyak dirasakan oleh publik Jakarta selama kepemimpinan Anies selama 2 tahun lebih di DKI. Melihat prestasi Anies selama 2 tahun lebih pimpin DKI maka wajar dan sah - sah saja jika ada yang menyuarakan agar Anies bisa pimpin Indonesia kelak di 2024.


#Anies #gubernur #presiden

Komentar Anda
Komentar