Hello,

Reader

 Fraksi Demokrat Dukung  Bentuk Pansus Jiwasraya
Fraksi Demokrat Dukung  Bentuk Pansus Jiwasraya

Jakarta, HanTer - Partai Demokrat mempertegas pentingnya dibentuk panitia khusus (Pansus) Jiwasraya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mengungkap hal mendasari Partai Demokrat mengusulkan pengusutan kasus Jiwasraya supaya dilakukan melalui Pansus, meski sudah Panitia Kerja (Panja) sudah berproses.

Menurutnya melalui Pansus pengungkapan kasus lebih transparan dan dapat diketahui masyarakat secara terbuka.

"Perlu kami sampaikan bahwa, dari beberapa kasus sebelumnya semua kasus yang merugikan negara itu dilakukan dengan Pansus," kata Syarief dalam diskusi Dialektika Demokrasi Parlemen bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), bertajuk 'Tarik Ulur Pansus Jiwasraya, Siapa yang Berkepentingan?," di Media Center DPR RI Nusantara III, Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Syarief yang juga Wakil Ketua MPR RI ini melanjutkan, bahwa Pansus memiliki payung hukum yang lebih mengikat, implementasinya sangat didukung oleh peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan sesuai dengan Pansus.

Oleh karena itu, kasus Jiwasraya ini, menurut pemaparanya, disebabkan karena kerugian negara yang ditengarai itu sangat luar biasa dengan jumlah sekitar Rp13,6 triliun, dan sekarang kabarnya berkembang hampir mendekati Rp17 triliun.


Dia berpandangan bahwa satu-satunya jalan untuk mengungkapkan secara transparan itu ada melalui Pansus.

"Mengapa dengan Pansus, karena dengan Pansus itu akan melibatkan semua lintas Fraksi dan lintas komisi, dan itu tentunya memiliki suatu pemahaman dan kinerjanya dipastikan akan lebih baik," tutur Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Syarief Memaparkan, ada juga yang menjadi pertimbangan bagi kami adalah bagi saksi-saksi yang akan dipanggil, atau narasumber yang dipanggil dalam hal memberikan kesaksiannya, kalau melalui Pansus itu biasanya sangat dilakukan satu upacara, dimana secara substansi semua saksi-saksi dan narasumber yang akan dipanggil diangkat sumpah dahulu, sesuai dengan agama masing-masing.

Namun, dia menambahkan kalau ada pengambilan sumpah, maka dapat diperkirakan apa yang disampaikan itu betul-betul tidak ada kebohongan yang terjadi, tidak ada yang disembunyikan.

"Jadi kalau melalui Pansus kita harapkan semuanya itu bisa diungkapkan kepada masyarakat semuanya. Mengapa sampai terjadi, siapa dalangnya, kemudian berapa sesungguhnya kerugian negara dan uang hasil dari pada kasus ini juga bisa dapat dideteksi kemana-kemana saja uangnya itu mengalir," tegasnya.


#Demokrat #Dorong #Pansus #Jiwasaraya

Komentar Anda
Komentar