Hello,

Reader

100 Ribu Massa Geruduk Istana: Jokowi Gagal Berantas Skandal Mega Korupsi
Ilustrasi (ist)
100 Ribu Massa Geruduk Istana: Jokowi Gagal Berantas Skandal Mega Korupsi

Jakarta, HanTer - Sekitar 100 ribuan massa dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Alumni Persaudaraan (PA) 212 menggelar aksi 212 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI'. Aksi akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

Sebelum aksi dilakukan, massa aksi terlebih dahulu menjalankan sholat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Usai shalat, massa mulai berjalan kaki menuju Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda sekitar pukul 13.25 WIB. Massa berjalan kaki dari Jalan Bawah Rel menuju Jalan Merdeka Timur.

Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin mengklaim, aksi 212 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' dihadiri oleh 100 ribu orang lebih. Aksi yang diikuti massa dari FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang terlalu lemah dalam isu-isu pemberantasan korupsi. Apalagi saat ini KPK memberhentikan sebanyak 36 kasus korupsi dari penyidikan.

Oleh karena itu, sambung Novel, ada dua tuntutan dalam aksi ini. Pertama, PA 212 menuntut pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus mega korupsi Jiwasraya, Asabri dan Pelindo. Apalagi saat ini korupsi telah mencapai puncaknya dan membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah rezim terkorup dan terparah sepanjang masa.

"Makanya kami menuntut pimpinan KPK dicopot dan diganti," tegasnya.

Novel memaparkan, Jokowi memang sudah gagal total di periode kedua pemerintahannya. Kegagalan kali ini merupakan dampak dari periode pertama yang mengeruk semua untuk modal demi kemenangan dengan menghalalkan segala cara. Sehingga jelas diperiode kedua ini terbongkar kasus mega korupsinya. Ditambah juga dengan jumlah hutang terparah yang otomatis membuat ekonomi Indonesia bangkrut.

"Dari potret 100 hari pemerintahan rezim ini sudah jelas gagal baik dari bidang apapun," jelasnya.

Antusias

Novel memaparkan, demi menutupi semua kegagalannya maka dibuatlah pengalihan isu agar gaduh dan membuat rakyat tidak fokus lagi dengan masalah mega korupsi dan kasus hukum yang jauh dari keadilan. Oleh karena itu pihaknya tetap fokus dengan inti permasalahan yang ada saat ini dan tidak terpancing dengan kegaduhan yang mereka buat.

"Buktinya rakyat Indonesia antusias turun Aksi 212 Memberantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI. Segera pemerintah harus merubah haluan untuk mengikuti rakyat memberantas korupsi sampai keakarnya dengan membubarkan PDIP sebagai partai sarang koruptor dan sarang kemungkaran," tandasnya.

Ketua GNPF Ulama Ust. Yusuf Muhammad Martak menambahkan, aksi FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan ormas-ormas Islam serta elemen umat Islam kali ini menunjukkan bahwa para tokoh ummat Islam menaruh perhatian serius pada isu-isu yang langsung menyangkut kehidupan rakyat.

"Pada skandal Mega Korupsi PT Asabri, misalnya, korbannya adalah anggota Polri/TNI baik yang masih aktif maupun sudah purnawirawan. Sebagian besar adalah rakyat kecil. Korupsi menjadi kejahatan luar biasa yang harus kita tumpas dengan upaya yang juga luar biasa," paparnya.


#Demo #umatislam #korupsi

Komentar Anda
Komentar