Hello,

Reader

 Permintaan Kredit Lesu Terdampak Corona
ilustrasi. (Ist)
Permintaan Kredit Lesu Terdampak Corona

Jakarta, HanTer - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai maraknya penyebaran wabah virus Corona menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi menurunnya permintaan kredit.

"Ada pengaruh (Corona), ada pengaruhnya juga," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Royke mengatakan bahwa ketika dirinya membandingkan dengan tahun lalu, permintaan kredit saat ini lebih lamban. Menurut dia, pertumbuhan kredit saat ini lagi melambat dan permintaan akan kredit juga sedang tidak terlalu tinggi.

Terkait kebijakan penurunan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate menjadi sebesar 4,75 persen oleh Bank Indonesia (BI), Royke menyatakan Bank Mandiri masih mengkaji dan mempelajari. "Kita coba nanti, kita lihat bulan depan bagaimana perkembangan terkait suku bunga," ujarnya.

Royke mengatakan bahwa kemungkinan dampak dari penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate belum terlihat saat ini, dan mungkin baru terlihat pada satu atau dua bulan ke depan.

Sebelumnya Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 19-20 Februari 2020.

Bank Indonesia juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility sebesar 25 basis poin masing-masing menjadi 4,00 persen dan 5,5 persen. Penurunan ini merupakan yang pertama kali setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan sebesar lima persen selama empat bulan berturut-turut atau sejak Oktober 2019.

Selain itu Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2020 berada pada kisaran 9 persen-11 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 10 persen-12 persen.



#kredit #mandiri #bank

Komentar Anda
Komentar