Hello,

Reader

Bantah Pernyataan Menkumham Yasonna, FPI Tegaskan Habib Rizieq Masih Dicekal Pemerintah
Bantah Pernyataan Menkumham Yasonna, FPI Tegaskan Habib Rizieq Masih Dicekal Pemerintah

Jakarta, HanTer - Soal pencekalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali dipersoalkan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan pemerintah Indonesia tidak mencekal HRS untuk pulang ke Tanah Air. Sementara pihak FPI menegaskan, hingga hari ini HRS tetap dicekal oleh pemerintah Indonesia. Buktinya HRS tidak bisa meninggalkan Arab Saudi.

Menteri Yasonna mempersilakan HRS untuk pulang. Saat ini hampir 4 tahun HRS berada di Mekkah, Arab Saudi karena tidak bisa kembali ke Indonesia.

“Soal Habib Rizieq, kalau beliau mau masuk (ke Indonesia), ya masuk saja. Enggak ada, kami enggak ada daftar cekal, enggak ada daftar tangkal di kami,” kata Yasonna saat rapat kerja bersama Komisi Hukum DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Tetap Dicekal

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma'arif juga menyatakan, dari dulu soal status Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab banyak pihak yang lempar batu sembunyi tangan. Karena pernyataan para pihak tersebut di antaranya Menkumham Yasonna Laoly tidak jelas dan absurd. 

Ustadz Slamet menegaskan, hingga hari ini HRS tetap dicekal oleh pemerintah Indonesia. Buktinya HRS tidak bisa meninggalkan Arab Saudi. Setidaknya HRS mengalami tiga kali pencekalan.  Pertama, Ahad (8/7/2018), HRS bersama keluarga ke Airport Jeddah untuk ke Malaysia untuk  selesaikan Ujian S3 - nya. Dari Malaysia akan kembali ke Indonesia.

Namun di Imigrasi Bandara Jeddah seluruh keluarga HRS diizinkan keluar Arab Saudi, sedangkan HRS tidak diperbolehkan dengan alasan telah dicekal melalui Surat Perintah Cekal NO .68447 dari Mabaahits 'Aammah (Penyidik Umum) di Markaz Inteligen Saudi - Kemendagri Saudi Arabia tertanggal 1 Syawwal 1439 H / 15 Juni 2018 M. 

Pencekalan kedua, yakni Kamis (12/7/2018), kala itu HRS bersama keluarga untuk kedua kalinya gagal kembali ke Indonesia, karena tetap dlarang oleh Imigrasi Jeddah. Selanjutnya HRS menghubungi pihak Imigrasi dan Inteligen Saudi serta KBRI untuk meminta kejelasan tentang kejadian tersebut. Tetapi tidak ada satu pun pihak yang memberikan kepastian tentang pencekalan tersebut.

Pencekalan ketiga dialami HRS pada Kamis (19/7/2018) yang kala itu  HRS kembali ke Airport Jeddah untuk yang ketiga kalinya, namun tetap tidak diperkenankan untuk meninggalkan Saudi Arabia. Ditanggal itu pula HRS kembali keliling mendatangi kantor Imigrasi, Kantor Interlijen dan Kemendagri Saudi, yang akhimya HRS mendapatkan info valid bahwa dirinya memang dicekal dan cekal tersebut merupakan notice khusus dari pemerintah Indonesia. 

Dengan kronologi pencekalan tersebut maka jelas sekali siapa pihak yang mencekal HRS adalah otoritas pemerintah Indonesia.  Karena pemerintah Arab Saudi justru jelas melindungi HRS dan hal tersebut sudah pernah disampaikan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Politisi Partai Gerindra sekaligus anggota Komisi III DPR RI Muhammad Safii sebelumnya bertanya kepada Yasonna. Ia meminta kejelasan apa yang menyebabkan Imam Besar FPI tersebut tak bisa pulang ke Indonesia.
“Kami hanya ingin minta kejelasan, apa yang menyebabkan Habib Rizieq tidak bisa kembali ke Indonesia,” ucapnya.

Abal - abal

Dikonfirmasi Juru Bicara (Jubir) FPI  Munarman meminta Menkumham Yasonna Laoly Yasonna berhenti untuk mengeluarkan pernyataan yang menyehatkan. 

"Seharusnya pemerintah menulis surat resmi ke Kerajaan Arab Saudi. Dan nyatakan dalam surat tersebut bahwa pemerintah Indonesia mempersilahkan Habib Rizieq pulang dan meminta Kerajaan Arab Saudi untuk clearence status Habib Rizieq," ujar Munarman kepada Harian Terbit, Selasa (25/2/2020).

Munarman menilai, menentukan status seseorang dicekal atau sebaliknya tidak bisa hanya diucapkan dengan lisan saja dan disampaikan ke media. Namun menentukan seseorang bebas dari cekal juga dengan pernyataan tertulis sehingga bisa dipertanggung jawabkan ketika suatu waktu yang bersangkutan mengalami hambatan ketika pulang ke Indonesia.

"Jadi gak cukup dengan statement di media. Kalau cuma statement di media, dari dulu sudah banyak pernyataan pejabat tinggi Indonesia yang hanya statement semata. Buktikan ucapan tersebut dalam bentuk surat resmi, biar bisa jadi pegangan Kerajaan Arab Saudi," tegasnya.

Ke Arab Saudi

Diketahui HRS pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Saat itu, mulanya HRS ke pergi ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa HRS terkait kasus 'baladacintarizieq' namun pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, HRS tak kunjung pulang ke Indonesia.

HRS mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Rizieq tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan (overstay).

Pada milad ke-21 FPI, HRS lalu menuding Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019.

Selanjutnya pada 10 Oktober 2019 melalui video HRS menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi bakal mencabut pencekalannya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.



#habibrizieq #Yasonnalaoly #arabsaudi

Komentar Anda
Komentar