Hello,

Reader

Diskon 50 Persen Tarif Pesawat Berbentuk Voucher
ilustrasi. (Ist)
Diskon 50 Persen Tarif Pesawat Berbentuk Voucher

Jakarta, HanTer - Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberi diskon tiket penerbangan hingga 50 persen berupa voucher. Diskon itu merupakan stimulus fiskal yang diberikan pemerintah berupa insentif guna meredam dampak virus corona ke sektor pariwisata.

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub F Budi Prayitno menjelaskan nantinya yang menerapkan voucher itu maskapai, kemudian maskapai akan menagihkan ke Kemenhub.

“Skemanya dalam bentuk voucher, yang mengeluarkan pihak maskapai, nanti maskapai yang ‘reimburse’ (menagihkan) ke Direktorat Angkutan Udara,” kata Budi di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Pemberian diskon tersebut sebanyak 25 persen dari kapasitas kursi pesawat yang diterbangkan untuk 10 rute destinasi yang termasuk dalam prioritas, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang selama tiga bulan.

Diskon tarif pesawat hingga 50 persen diambil dari tarif tunggal (single tarif) yang tengah digodok di Kemenhub dan akan diterbitkan payung hukumnya berupa peraturan menteri (PM).

Budi menjelaskan diberlakukannya tarif tunggal agar tidak menganggu tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). “Dikeluarkan ‘single tariff’ penerbangan supaya tidak memberikan dampak TBB dan TBA. Single tarif akan diterapkan dengan Permenhub,” katanya.

Selain menyiapkan payung hukum tarif tunggal, Kemenhub juga tengah menyiapkan teknologi informasi yang mendukung untuk sistem reimbursement voucher dengan seluruh maskapai. “Dari teknologi informasi masing-masing maskapai dan Pustikom mengatur itu. Saat yang sama misalnya rute Jakarta-Batam PP lewat agen perjalanan online ada notifikasi mendapatkan tarif promo, mengurangi harga tiket dikeluarkan maskapai melalui sistemnya,” katanya.

Sistem tersebut juga akan diawasai oleh pejabat pembuat kebijakan (PPK) seminggu sekali karena rekonsiliasi dana pemerintah APBN diberikan kepada swasta. “Skema diskon ini sifatnya ‘first come first serve’ kalau misanya kuota dari Jakarta-Batam sudah habis, maka tarif akan kembali normal. Di setiap rute kuotanya berbeda-beda,” katanya.

Total anggaran yang digelontorkan untuk insentif penerbangan tersebut, yakni Rp443 miliar yang bersumber dari APBN dan sudah disetujui Kementerian Keuangan.



#diskon #pesawat #kemenhub

Komentar Anda
Komentar