Hello,

Reader

Tokyo Akui Akan Alami Kerugian Sangat Besar
Ilustrasi (ist)
Tokyo Akui Akan Alami Kerugian Sangat Besar

Jakarta, HanTer - Kekhawatiran bercampur aduk ketika impian Jepang menuanrumahi Olimpiade 2020 Tokyo menjadi korban penyebaran virus corona baru yang mengguncang penyelenggara, sponsor, dan perusahaan media yang sudah menghabiskan miliaran dolar untuk perhelatan akbar olah raga dunia itu.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menyatakan akhir bulan lalu bahwa IOC bertekad penuh untuk menggelar Olimpiade sesuai jadwal dari 24 Juli sampai 9 Agustus tahun ini. Seorang pejabat senior pemerintah Jepang berkata kepada Reuters bahwa tidak ada "Plan B" untuk Olimpiade.

Beberapa faktor finansial dan ekonomi yang terancam jika Olimpiade dibatalkan, menurut kantor berita Reuters antara lain tentu biaya penyelenggaraan yang ditaksir menelan dana 1,35 triliun yen atau setara dengan Rp178,12 triliun.

Kemudian ada faktor lain berupa host city broadcast atau hak siar tuan rumah, sponsor, asuransi dan lain sebagainya. Sebagian besar belanja domestik untuk Olimpiade sudah selesai, sehingga skenario pembatalan berdampak kecil pada belanja itu, kata para ekonom.

Sebuah penelitian Bank of Japan pada 2016 memperkirakan anggaran belanja berkaitan Olimpiade akan mencapai puncak 0,6% dari produk domestik bruto (GDP) pada 2018 dan kurang dari 0,2% GDP pada 2020, kata konsultansi riset Capital Economics.

Pariwisata, pernyumbang besar pertumbuhan Jepang belakangan ini, akan terpukul, sekalipun para ekonom menyatakan ancaman terbesar berasal dari penyebaran virus corona itu sendiri.

Tahun lalu, Jepang didatangi 31,9 juta wisatawan asing yang berbelanja hampir 4,81 triliun yen (Rp634 triliun).

Nomura Securities memperkirakan konsumsi 240 miliar yen dari pariwisata terkait Olimpiade 2020, yang disebutnya akan menguap seandainya Olimpiade dibatalkan. 



#Olimpiadetokyo #2020 #batal #rugi #corona #covid19

Komentar Anda
Komentar