Hello,

Reader

Ratusan Rumah Rusak Parah dan Warga Pilih Mengungsi

 

Sukabumi, HanTer – Tak disangka, gempa tektonik bermagnitudo 5,1 yang terjadi di Sukabumi pada Selasa (10/3) sore merupakan gempa terkuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Barat dalam 19 tahun terakhir, kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono.
"Berdasarkan catatan katalog gempa, tampak bahwa gempa kuat dengan pusat di darat terakhir yang terjadi di Jawa Barat berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi di Ciamis-Kuningan pada 13 Januari 2001," kata Rahmat, Rabu (11/3/2020).
Dikutip dari Antara, hasil analisis peta tingkat guncangan gempa yang dipublikasikan oleh BMKG sesaat setelah gempa menunjukkan warna kuning pada zona pusat gempa dan sekitarnya, yang artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VI MMI.
Gempa yang dampaknya berada dalam skala VI MMI (Modified Mercalli Intensity), getarannya dirasakan oleh semua penduduk dan bisa menimbulkan kerusakan ringan. 
Menurut BMKG, gempa Selasa (10/3) pukul 17.18.04 WIB yang titik episenternya berada di darat di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa lokal itu terjadi akibat pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba. Rahmat menjelaskan, gempa semacam itu dikenal sebagai gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar. Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat bagian selatan, ada dugaan sesar tersebut mengalami pergeseran ke kiri.
Dalam peta zonasi sumber gempa di wilayah Jawa Barat, lokasi episenter gempa Selasa sore (10/3) berada di zona Sesar Citarik. Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah barat Sesar Cimandiri dan di sebelah timur zona sumber gempa Kluster Bogor, yang aktif memicu rentetan gempa swarm yang berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor, pada Agustus 2019.
BMKG mencatat pada tahun 1900 wilayah Cisaat dan Gandasoli Sukabumi pernah menghadapi gempa kuat dan merusak. Selain merusak permukiman, gempa tersebut merusak Stasiun Cisaat dan Gandasoli Sukabumi. Wilayah yang sama kembali mengalami gempa kuat dan merusak yang populer dengan nama Gempa Gandasoli pada tahun 1982. 
Ratusan Rumah Rusak Parak
Bisa diperkirakan gempa bumi berkekuatan 5.0 Skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa, (10/3) sekitar pukul 17.17 WIB menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan bahkan beberapa di antaranya ambruk.
"Petugas penanggulangan bencana kecamatan saat ini sedang melakukan pendataan, salah satunya kerusakan terjadi di Kecamatan Parakasalak," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa.
Menurutnya, untuk jumlah pasti berapa rumah dan fasilitas umum yang rusak masih dalam penilaian petugas, kemungkinan jumlah bangunan yang terdampak mulai dari rusak ringan hingga berat cukup banyak.
Selain itu, BPBD bersama unsur Muspika di wilayah terdampak sampai saat ini masih memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana dan mengevakuasi sejumlah warga serta membawa korban yang cidera ke fasilitas kesehatan.
"Untuk jumlah pastinya masih dalam pendataan, karena gempa yang terjadi menjelang Magrib ini berdampak ke sejumlah kecamatan khususnya yang berada di wilayah utara Kabupaten Sukabumi," tambahnya.
Sebelumnya, informasi dari BMKG gempa berkekuatan 5.0 SR yang berpusat di di 6.89 LS 106.62 BT, 13 km Timur Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman pusat gempa 10 km di bawah permukaan laut. 
 


 



#Rumah #Rusak

Komentar Anda
Komentar