Hello,

Reader

RI-Belanja Kerjasama Bangun Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba
RI-Belanja Kerjasama Bangun Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba

Jakarta, HanTer - Pusat Keunggulan Belanda dalam bidang Hiburan, Pariwisata dan Perhotelan (CELTH) menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi DEL mengenai pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, penandatangan ini dilakukan dalam rangkaian acara seminar tentang pariwisata berkelanjutan dan kualitas air di Danau Toba yang diselenggarakan di Institut Teknologi DEL. Seminar ini juga dihadiri oleh Raja dan Ratu Belanda sebagai bagian dari program kunjungan kenegaraan mereka di Indonesia.

Sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menciptakan destinasi wisata baru, kerjasama Indonesia dan Belanda untuk pengembangan destinasi pariwisata yang  berkelanjutan dan tangguh dibentuk dengan menggunakan konsep Living Lab.

“Konsep Living Lab menggabungkan kekuatan dari lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian dari kedua negara bekerja sama dengan komunitas lokal, pengusaha dan pemerintah. Untuk mendukung pengembangan Danau Toba, Living Lab memiliki fokus jangka panjang dengan pembelajaran yang berorientasi pada tindakan, berdasarkan eksperimen yang diambi dari kehidupan nyata,” kata Perwakilan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2020).

Sebagai kick-off dari Living Lab, pada minggu ini diselenggarakan workshop di Tuktuk, Danau Toba yang difasilitasi oleh CELTH. CELTH merupakan  kerja sama antara tiga Universitas Ilmu Terapan di Belanda, ,antara lain Universitas Ilmu Terapan Breda, Universitas Ilmu Terapan NHL Stenden dan Universitas Ilmu Terapan HZ.

Ketiga universitas tersebut bergabung untuk melakukan penelitian kolaboratif dalam kerja sama yang erat dengan Universitas riset di Belanda yaitu Universitas Wageningen, Universitas Groningen dan Universitas Tilburg.

Sementara, fase awal Living Lab akan dikerjakan dalam tiga tahun dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT DEL, CELTH dan mitranya, lembaga universitas, Wise Steps Foundation.

Pada acara seminar ini, Ratu Belanda juga menyempatkan untuk berdiskusi dengan mahasiswa program master Imagineering dari Universitas Ilmu Terapan Breda yang ikut terlibat dalam kegiatan Living Lab di Sumatera Utara.



#nuffic #neso #danautoba

Komentar Anda
Komentar