Hello,

Reader

Kabinet Jokowi Terpapar Corona, KSP: Semua Menteri Akan Tes Kesehatan
Presiden Joko Widodo
Kabinet Jokowi Terpapar Corona, KSP: Semua Menteri Akan Tes Kesehatan

Jakarta, HanTer - Virus corona makin menyebar di Indonesia. Bahkan, virus asal Wuhan, China itu telah menyerang Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf menyusul diumumkannya Menhub Budi Karya Sumadi positif mengidap virus Corona dengan nomor kasus 76.

Pasca-positif Menhub positif beredar luas kabar bahwa sejumlah menteri terpapar Covid-19. Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkeu Sri Mulyani dan Mendagri Tito Karnavian. Pasalnya, sebelum diumumkan resmi positif terjangkit virus corona, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menghadiri Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju, Rabu 11 Maret 2020. Budi Karya mengikuti dua  Ratas, yakni Otonomi Khsuus  papua dan Permasalahan Tanah Sumatera Utara.

Dalam foto dokumentasi ratas, Budi Karya duduk diapit oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto. Selain itu hadir belasan menteri KIB dan pimpinan Lembaga Negara, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Foto: Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju 11 Maret 2020.

Pada hari yang sama Budi Karya Sumadi bertemu dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Negara Belanda Mrs. Cora Van Nieuwenhuize di Kantor Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Turut mendampingi Menhub dalam pertemuan ini Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi; Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Inspektur Jenderal Gede Pasek Suardika, Kabadan PSDM Perhubungan Sugihardjo, Kabadan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B. Pramesti, Dirut Pelindo II Arif Suhartono, pejabat dari Kedutaan Besar Belanda, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Hoaks Tito Karnavian

Sempat beredar informasi bahwa Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terlihat mendatangi RSP Persahabatan dan informasi tersebut menjadi bahan pertanyaan terkait kesehatan dia dan istrinya, Tri Suswati.

Namun, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, mengatakan, atasannya dan istrinya itu dalam keadaan sehat walafiat, Sabtu (14/3/2020).

"Bapak Mendagri dan ibu, Alhamdulilah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tidak benar apabila ada informasi bahwa beliau sakit, mari kita lawan hoaks," kata Bahtiar berdasarkan pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/3).

Senada dengan itu, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Kastorius Sinaga, membenarkan Karnavian dan istri masih sehat walafiat. Ia mengaku harus membenarkan kabar palsu yang beredar karena banyak mendapat pertanyaan dari wartawan dan juga dari rekan-rekannya yang menanyakan kebenaran kabar tersebut.

"Tidak benar bila Pak Tito terkena virus Corona dan dirawat di RS Persahabatan (salah satu RS rujukan untuk penderita virus Corona atau covid 19)," kata Sinaga dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/3).

Ia mengatakan bahwa yang sebetulnya adalah Karnavian berkunjung ke RS Persahabatan dalam rangka melayat kepada keluarga almarhum Ketua Pusat Pelaporan Analis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Ki Agus Ahmad Badaruddin.

"Mendagri menginformasikan ke saya lewat whatsapp bahwa beliau hendak takziah ke almarhum Ketua PPATK, Ki Agus Ahmad Badaruddin. Almarhum adalah sahabat dan juga dipandang oleh Mendagri sebagai senior," kata Sinaga.

Dalam rangka itulah mobil dinas Karnavian dengan nomor registrasi B 21 terparkir di lobi pintu masuk RS tersebut dan dipotret sehingga muncul spekulasi dia dirawat di rumah sakit itu.

Sementara itu, Badaruddin yang meninggal dunia Sabtu (14/3/2020) siang sempat masuk isolasi di RS Persahabatan. Namun, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan dari dua kali hasil tes menunjukkan kepala PPATK periode 2016-2021 yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 26 Oktober 2016 itu negatif virus corona (COVID-19).

Periksa Semua Menteri

Sementara, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengungkapkan Presiden pasti fokus untuk semua penanganan virus Corona. Bila ada yang terjangkit harus ditracing (dilacak) kontaknya dan dites kesehatannya. Hal itu menyusul diumumkannya Menhub Budi Karya Sumadi positif mengidap virus Corona dengan nomor kasus 76.

"Presiden Joko Widodo tentunya sesuai protokol kesehatan penanganan Corona, sudah tentu concern dengan protokol yang ada dimana jika ada yang terkena maka harus ditracing dan dites kesehatannya," kata Tenaga Ahli Utama Kepresidenan KSP Dany Amrul Ichdan saat dihubungi, Sabtu (14/3/2020).

Pihak Istana Kepresidenan juga akan melacak para menteri yang sempat berkontak dengan pasien positif Corona. Selain itu, para menteri akan disuntik vitamin.

"Termasuk (tracing) siapa saja yang pernah berhubungan dengan yang terkonfirmasi Corona. Lalu menambah imunisasi vitamin, jadi kita akan suntik imunisasi vitamin untuk supaya lebih punya daya tubuh," ujar Dany.

Dany menegaskan semua menteri diminta menjalani tes kesehatan tanpa terkecuali. Bukan hanya menteri, pejabat eselon I juga diminta melakukan tes kesehatan. "Yang jelas memang semua menteri kabinet diminta tes tanpa terkecuali dan semua pejabat di bawahnya, eselon I di bawahnya," imbuhnya.

Dany mengatakan tes kesehatan semua menteri dilakukan sejak hari ini. Hasil tes belum diketahui kapan akan diumumkan.

Dany juga menambahkan tes kesehatan semua menteri sesuai dengan protokol penanganan kesehatan Corona yang telah dibuat pemerintah. "Maka apabila didapati satu yang terkena, maka harus ditracing kepada yang pernah berhubungan. Sesuai dengan protokol penanganan Corona," tambahnya.



#VirusCorona #Wuhan #Jokowi #BudiKarya #SriMulyani

Komentar Anda
Komentar