Hello,

Reader

NPC Indonesia Pulangkan 269 Atlet
Pertandingan cabor Para Atletik di Asian Para Games 2018 lalu (ilustrasi/ist)
NPC Indonesia Pulangkan 269 Atlet

Jakarta, HanTer - Masifnya penyebaran pandemi virus corona secara global menghancurkan hampir seluruh sektor. Olahraga pun turut terkena dampak. Penangguhan pertandingan hingga pemusatan latihan pun akhirnya harus terhenti guna menekan penyebaran corona virus disease (Covid-19) itu.

Kali ini pukulan pahit dirasakan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Sebanyak 269 atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah, terpaksa di pulangkan ke daerah masing-masing. Apalagi Solo kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Presiden NPCI Senny Marbun dimarkasnya, Solo, Jawa Tengah. Sejak dikeluarkannya status KLB terhadap Solo, para atlet yang menjalani pelatnas akhirnya dihentikan. Itu juga merujuk sesuai arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menangguhkan aktivitas sampai batas yang belum ditentukan.

Senny menuturkan, NPCI akan memulangkan para atlet ASEAN Para Games (APG) Filipina ke kampung halamannya pada akhir Maret ini, untuk berlatih mandiri di daerah masing-masing.

"Kami meminta para atlet selam di Solo, tetap berada di penginapannya sambil menunggu kondisi terkini. Atlet tidak boleh keluar penginapan untuk mencegah penyebaran corona," kata Senny.

Menurut Senny, wabah corona membuat atlet NPCI tidak bisa melanjutkan kegiatan pelatnas, sehingga para atlet dengan berat hati harus dipulangkan ke daerah masing-masing sambil menunggu kondisi terkini.

Ia mengemukakan dari hasil "teleconference", dari 10 negara peserta di Asia Tenggara, delapan diantaranya telah menyetujui bahwa APG Filipina ditunda hingga tanggal 3-9 Oktober mendatang. NPCI kemudian melaporkan hasil itu kepada Kemenpora.

"Kemenpora memberikan arahan dalam rangka mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19, dapat menunda segala aktivitas pelatnas persiapan APG Filipina," jelasnya.

Namun, kata dia, untuk pelaksanaan pelatnas dalam rangka Paralympic Tokyo 2020, pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi, mengingat Pemerintah Pusat menyarankan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan publik.

"269 atlet persiapan APG Filipina bakal dipulangkan ke daerah dan 35 atlet Paralympic Tokyo tetap melanjutkan kegiatan Pelatnas di Solo," kata Senny yang didampingi Sekjen NPCI Rima Ferdiyanto.

Kendati demikian, NPCI akan segera memanggil atlet yang dipersiapkan APG Filipina paling tidak Agustus 2020, dengan catatan jika kondisi sudah membaik dan Filipina siap menggelar pesta olahraga terakbar di Asia Tenggara itu.

Sekjen NPCI, Rima Ferdiyanto menambahkan pihaknya telah melaksanakan pelatnas yang diikuti 304 atlet, terdiri dari 269 atelt APG dan 35 atlet Paralympic Tokyo.

Atlet yang dipulangkan, lanjutnya, adalah atlet yang dipersiapkan untuk APG Filipina, sedangkan 35 atlet masih tinggal di Solo untuk menunggu perkembangan lebih lanjut. Meski Paralympic ditunda, pihaknya akan terus menjalani pelatnas di Solo.

"Kami akan pantau sesuai dengan protokoler arahan dari Kemenpora yang diberikan pada Selasa (17/3/2020)," kata Rima.

Rima mengatakan khusus atlet APG, meski dipulangkan ke daerah masing-masing diinstruksikan untuk tetap menjaga kondisi masing-masing agar ketika dipanggil kembali performanya masih bagus. "Jika kasus COVID-19 sudah dapat teratasi, kami akan memanggil kembali para atlet yang dipersiapkan untuk APG," tukasnya mengakhiri.



#Npci #atlet #difabel #paraatlet #pelatnas #solo #aseanparagames #filipina #sennymarbun

Komentar Anda
Komentar