Hello,

Reader

Sandiaga: Rakyat Butuh Pemimpin Tanggap Bukan Gemar Menangkap
Politikus Gerindra Sandiaga Uno
Sandiaga: Rakyat Butuh Pemimpin Tanggap Bukan Gemar Menangkap

Jakarta, HanTer - Berbagai kalangan kerap bersuara tentang wabah virus corona yang saat ini mencemaskan Indonesia. Salah satunya, Sandiaga Salahuddin Uno.

Melalui sebuah tayangan video, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menguraikan pandangannya. Sandiaga menyinggung kekecewaannya terhadap langkah yang diambil pemerintah saat virus yang mengguncang Kota Wuhan itu mulai menyebar ke belahan negara-negara lain.

Menurutnya, pemerintah bukannya segera mengambil langkah antisipasi tetapi malah memikirkan sektor pariwisata. "Bulan lalu ketika wabah corona melanda Tiongkok dan beberapa negara lain, kita terguncang melihat langkah yang diambil pemerintah. Bukan darurat yang disiapkan, tapi insentif sektor pariwisata," tukas Sandiaga.

Sandi juga mempertanyakan mengapa pemerintah tidak segera membatasi pintu masuk untuk menekan penyebaran wabah itu.
 

Influencer


Dirinya mengaku kecewa saat pemerintah malah sibuk menyiapkan anggaran untuk influencer asing daripada menyiapkan tenaga medis. "Pintu masuk bukan dipersempit, malah dibuka lebar. Bukan tenaga medis yang dipersiapkan, tetapi anggaran untuk influencer asing," ujar Sandiaga.

Lulusan Universitas George Washington tahun 1992 ini mengingatkan bahwa di dalam negara demokrasi, rakyatlah panglimanya, bukan ekonomi atau politik. Sehingga, dalam menghadapi permasalahan seperti wabah virus corona, sepenuhnya harus dilakukan untuk kepentingan rakyat.

"Rakyat butuh pemerintahan yang tanggap, bukan yang gemar menangkap. Pemimpin yang mau mendengarkan, bukan malah mereka yang merasa berbeda di sosial media. Pemimpin-pemimpin yang terus mendengarkan; inilah yang diperlukan oleh bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Sandiaga.

Sandiaga meyakini, Presiden Jokowi memiliki kapasitas dalam menghadapi masalah besar yang saat ini melanda Indonesia. Sehingga, ia mewakili seluruh rakyat Indonesia berharap orang nomor satu itu muncul sebagai panglima tertinggi, mengerahkan segenap sumber daya bangsa.

"Kita berharap beliau muncul sebagai panglima tertinggi untuk berperang menghadapi corona. Tampil terdepan menggalang solidaritas, lebih erat dengan bangsa lain di dunia," harap Sandiaga Uno. Tayangan video itu pun diunggah di akun Instagramnya @sandiuno, Kamis (19/3/2020).

Selamatkan Rakyat

Sementara itu, rakyat Indonesia ditengah wabah virus corona atau Covid-19 dinilai membutuhkan pemimpin yang mampu bertindak secara cepat dan tepat saat menghadapi Covid-19 di Indonesia. Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun mengatakan, penyebaran Covid-19 di Indonesia sulit diprediksi.

Ubedilah menilai, pemerintah saat ini tinggal memilih untuk mengatasi problem ekonomi ataupun lebih memprioritaskan penyelamatan nyawa jutaan rakyat.

"Sebenarnya rezim saat ini tinggal memilih diantara atasi problem ekonomi (anjloknya nilai rupiah dan indeks harga saham) atau menyelamatkan nyawa jutaan rakyat?" ucap Ubedilah di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Jika lebih mengutamakan keselamatan rakyatnya, Presiden Jokowi diharapkan untuk menghentikan perdagangan saham ataupun pembangunan infrastruktur jika tidak menginginkan melakukan lockdown.

"Hentikan perdagangan saham, hentikan pembangunan infrastruktur atau lockdown? Pada titik ini bukan waktunya lagi terlalu lamban atas nama kehati-hatian, tetapi dibutuhkan kebijakan yang berani untuk mengambil resiko dari dua pilihan," tegasnya.

Bahkan, Ubedilah pun mengkritik pernyataan Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fajroel Rachman yang menyebut mengambil keputusan harus hati-hati.

"Jadi pernyataan jubir Fajroel Rachman itu pernyataan ilmu manajemen 15 tahun lalu yang untuk mengambil keputusan sangat dominan sikap hati- hati. Padahal saat ini situasi darurat, dalam situasi darurat harus berani mengambil keputusan yang beresiko," jelasnya.

Sehingga, Ubedilah menilai saat ini rakyat Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang berani mengambil resiko. Bukan pemimpin yang lelet dalam menghadapi segala ancaman rakyatnya.

"Dan karenanya membutuhkan kepemimpinan yang berani ambil resiko, tidak lelet. Keburu banyak korban jiwa rakyat Indonesia," pungkasnya.



#VirusCorona #SandiagaUno

Komentar Anda
Komentar