Hello,

Reader

Federasi Cabor Dunia Serukan Penundaan Olimpiade Tokyo 2020
Pesawat udara 'Tokyo 2020 Go' yang membawa api untuk obor Olimpiade Tokyo 2020 dari Yunani mendarat di Pangkalan Udara Matsushima di Higashi-Matsushima, Prefektur Miyagi, Jepang, Jumat (20/3/2020) lalu.
Federasi Cabor Dunia Serukan Penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Jakarta, HanTer - Seruan untuk menunda penyelengaraan Olimpiade Tokyo 2020, semakin kencang, pasca federasi atletik AS mendesak agar pesta olah raga empat tahun sekali ini ditunda akibat pandemi virus corona.

Federasi atletik AS, USA Track and Field, menjadi federasi olahraga berpengaruh terakhir yang meminta Olimpiade ditunda setelah ketuanya Max Siegel, lewat sebuah surat meminta dengan segala hormat Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) untuk mendukung penundaan Olimpiade Tokyo.

USOPC sendiri sebelumnya mengatakan bahwa terlalu dini membatalkan Olimpiade yang akan berlangsung dari 24 Juli sampai 9 Agustus itu. Suara ini sama dengan Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach yang menyebut keputusan menunda Olimpiade masih prematur.

Siegel menulis, bahwa kesehatan dan keselamatan semua orang harus menjadi prioritas dan menekankan bahwa kondisi belakang ini membuat atlet-atlet atletik AS tidak bisa mempersiapkan diri untuk Olimpiade.

Tak hanya USATF, federasi renang AS atau USA Swimming juga meminta USOPC mendukung Olimpiade dimundurkan ke 2021. "Kami mendesak USOPC, sebagai pemimpin Gerakan Olimpiade, untuk menggunakan suaranya dan berbicara atas nama atlet," kata CEO USA Swimming Tim Hinchey dalam sebuah surat seperti dikutip AFP.

Langkah tersebut diikuti federasi renang Prancis yang menyebut Olimpiade Tokyo tak akan bisa diselenggarakan dengan baik dalam kondisi seperti sekarang.

Kemudian, Komite Olimpiade Norwegia (NOC) melakukan hal yang sama yang sebagian terdorong oleh larangan pemerintah Norwegia terhadap semua aktivitas olah raga yang lalu memperberat kesiapan atlet negara ini dalam berkiprah di Olimpiade jika diadakan tengah tahun ini. "Rekomendasi tegas kami adalah Olimpiade di Tokyo tidak boleh dilangsungkan sebelum situasi COVID-19 benar-benar terkendali pada skala global," kata NOC.

Badan atletik Inggris juga mempertanyakan urgensi menyelenggarakan Olimpiade musim panas ini di tengah ketidakpastian penyebaran COVID-19 yang sudah menewaskan hampir 11.500 orang di seluruh dunia.

Namun, Tomas Bach membela keputusan IOC menolak pembatalan Olimpiade. "Kita tinggal empat setengah bulan lagi dari Olimpiade," kata Bach kepada New York Times. "Bagi kami, (penangguhan) adalah tak bertanggung jawab."

Ketua USOPC Susanne Lyons sendiri meyakini panitia penyelenggara masih punya waktu. "Olimpiade kita bukan minggu depan, atau dua minggu dari sekarang. Itu empat bulan dari sekarang," kata Lyons.

Selain meningkatnya jumlah suara yang mendukung penundaan, penundaan sejumlah kompetisi besar olahraga internasional, seperti turnamen sepak bola Euro 2020, yang sudah diundur satu tahun, menempatkan IOC di bawah tekanan.

Sementara itu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang berada di bawah tekanan untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020, bertanya kepada anggotanya yaitu Komite Olimpiade Nasional (NOC) mengenai dampak krisis virus corona terhadap persiapan atlet.

Dalam satu kuesioner berjudul "COVID-19 dan persiapan untuk Olimpiade Tokyo 2020", yang diperoleh AFP dalam bahasa Prancis, IOC bertanya kepada Komite Olimpiade negara-negara anggotanya "bagaimana peraturan darurat terkait COVID-membatasi pelatihan dan persiapan atlet-atlet Anda?"

Tak hanya itu, dalam kuesioner itu, IOC bertanya tentang kemungkinan perubahan paksa atau bahkan relokasi kamp pelatihan, tanpa menunjukkan apa yang ingin dipelajari dari jawabannya.



#IOC #NOC #OlimpiadeTokyo2020 #Ditunda #Virus #Corona

Komentar Anda
Komentar