Hello,

Reader

 Ringannya Hukuman kepada Artis Picu Maraknya Peredaran Narkoba
Ringannya Hukuman kepada Artis Picu Maraknya Peredaran Narkoba

Jakarta, HanTer - Pengamat  hukum dari STIH Litigasi, Jakarta, Joran Pulungan mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat banyaknya artis yang terjerat narkoba. Satu di antaranya, ringannya hukuman bagi pemakai dan pengedar narkoba. 

Tidak heran hampir tiap tahun artis yang menggunakan dan mengendarkan jumlahnya semakin meningkat. Hingga Februari 2020 setidaknya sudah ada 11 artis yang terjerat narkoba.

"Kalau dari segi hukumnya, bisa saja salah satu faktornya adalah ringannya hukuman bagi pemakai narkoba. Sehinga pemakai, khususnya kalangan artis tidak jera untuk atau merasa hukuman ringan itu tidak menjadikan efek jera," ujar Joran kepada Harian Terbit, Minggu (22/3/2020).

Menurut Joran Pulungan, pengedar pidana penjara antara 2 (dua) sampai 20 (dua puluh) tahun, bahkan sampai pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup tergantung dari jenis dan banyaknya narkotika yang diedarkan, disalurkan atau diperjual belikan. (lebih detail bisa dilihat dalam Ketentuan Pidana dari Pasal 111 sampai Pasal 126 UU Narkotika). Sementara untuk pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Pasal 54 UU Narkotika.

"Kalau kita lihat kasus narkoba hingga saat ini, sanksi hukum belum bisa  menekan peredaran narkoba di Indonesia," paparnya.

Oleh karena itu, sambung Joran, selain memberikan hukuman yang berat agar ada efek jera. Pemerintah juga harus terus memberikan edukasi, baik melakun formal seperti di sekolah maupun non formal. Selain itu sosialisasi terkait bahaya narkoba harus terus digalakkan sehingga pihak - pihak yang selama ini bersentuhan dengan narkoba dengan sadar diri untuk menghindar atau menjauhi barang haram tersebut.

Joran memaparkan, untuk memberangus peredaran narkotika maka dibutuhkan terobosan hukum. Sehingga pengedar dan bandar narkotika harus dihukum seberat-beratnya, karena kalau terpaku pada putusan hakim, tentu harus dibenahi terlebih dahulu aturannya hukumnya. Selain itu harus ada aturan hukum harus jelas, terutama tentang adanya aturan penunjang kembali yang lebih dari satu kali.

"Aturan itu yang menjadi celah bagi para bandar dan pengedar untuk terus menjalankan bisnis meskipun dibalik jeruji," tandasnya.

Lebih lanjut Joran mengatakan, pemerintah juga harus giat melakukan  sosialisasi terkait tentang bahaya dari narkoba. Sosialisasi bukan hanya dari personal ke personal tapi juga sampai ke pelosok desa. Sebab narkotika sudah masuk ke semua daerah di Indonesia. Korbannya juga bukan hanya kalangan tertentu tapi masyarakat umum dan anak usia sekolah dasar. 


#Narkoba #di #Kalangan #Artis

Komentar Anda
Komentar