Hello,

Reader

Kerja Dari Rumah Konsumsi Meningkat, Sandiaga: Berikan Masyarakat Internet Gratis
Kerja Dari Rumah Konsumsi Meningkat, Sandiaga: Berikan Masyarakat Internet Gratis

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah mengambil langkah besar dalam mengantisipasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat mewabahnya virus corona Covid-19 di Tanah Air. Salah satunya adalah kebijakan untuk mengantisipasi meningkatnya biaya konsumsi internet masyarakat akibat kebijakan bekerja dari rumah yang diterapkan pemerintah selama masa darurat wabah.

"Selain sektor kesehatan dan pembelian barang, masyarakat membutuhkan subsidi untuk biaya menggunakan ponsel, subsidi untuk penggunaan data. Sebab mereka akan bekerja dan belajar dari rumah," ujar Sandiaga dalam sebuah video yang diunggah di akun resmi Instagram @sandiuno, Minggu (22/3/2020).

Pemerintah, kata Sandiaga, harus memberi subsidi agar operator telekomunikasi bisa menyalurkan internet gratis selama masa bekerja dari rumah ini. "Saya mendorong adanya internet gratis selama tiga bulan dan pemerintah harus beri subsidi," tuturnya.

Apalagi, katanya, kalau melihat banyaknya penggunaan alat telekomunikasi di Tanah Air, subsidi itu semakin penting di kondisi saat ini.

Berdasarkan data yang dimiliki, Sandiaga mengatakan ada sekitar 150 juta pengguna telepon pintar di Indonesia dan sekarang masyarakat pun bekerja dari rumah.

Belakangan, kebijakan pemerintah untuk bekerja atau belajar dari rumah (work from home) telah meningkatkan kebutuhan paket data internet. 

Kerja Dari Rumah

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan keputusan menutup kantor dan mempekerjakan karyawan dari rumah cukup berat dilakukan. Namun, dia mengatakan kalangan pengusaha akan siap melakukan hal ini.

"Kalau kita dari dunia usaha memang ini sesuatu yang berat, tapi tetap kan yang diminta keselamatan warga dan orang banyak. Dan harus dimulai masing-masing, yaitu keselamatan karyawan kita, maka harus mengurangi interaksi dalam rangka mempersempit penyebaran virus ini," ungkap Sarman di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Sarman menjelaskan, meski berat tentunya para pengusaha akan mengikuti imbauan tersebut. Dia menjelaskan bahwa, kinerja karyawan akan menurun apabila pekerjaan dilakukan dari rumah. Menurutnya, bekerja 100% di kantor sangat optimal.

"Ya yang jelas gini, kalau perusahaan kan efektifnya operasional 100% di kantor. Kalau kerja dari rumah kan koordinasi butuh waktu, dikhawatirkan pelayanan ke customer bisa nggak maksimal juga. Sudah pasti produktivitas menurun," kata Sarman.

Sarman menyebut, pengusaha sendiri sudah mulai memberikan kebijakan work from home selama minggu ini. Dia menyebut setidaknya rata-rata 60% karyawan di suatu perusahaan sudah bekerja dari rumah.

"Iya jadi itu memang dari Senin kemarin juga sudah menerapkan. Katakan lah di Sudirman, rata-rata perusahaan juga sudah berkurang 60% karyawan yang bekerja ke kantor," sebut Sarman.

Dengan adanya surat edaran yang diterbitkan Anies, Sarman menjelaskan kemungkinan jumlah karyawan yang bekerja di rumah akan ditambahkan. Bisa jadi 70-80% karyawan bekerja dari rumah Senin besok.

"Apalagi dengan penegasan ini, mungkin hari Senin depan akan bertambah. Mungkin bisa antara 70-80% karyawan kami akan lakukan WFH, sisa yang masuk akan kami atur untuk seminimal mungkin bekerja," kata Sarman.

Imbauan untuk menutup kantor sendiri diberikan Anies melalui Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19. Anies berharap seluruh pengusaha di Jakarta bisa menaati hal tersebut.



#Corona #covid-19 #kerja #perusahaan #internet #sandiaga

Komentar Anda
Komentar