Hello,

Reader

Tiga Nyawa Hilang Dampak Kejamnya Corona
Lorenzo Sanz (kanan)
Tiga Nyawa Hilang Dampak Kejamnya Corona

Madrid, HanTer - Kabar duka datang dari ranah sepakbola. Setidaknya tiga pelaku industri olahraga si kulit bundar telah hilang nyawa akibat masifnya penyebaran virus corona alias Covid-19. Dua dari tiga korban, memang bukan pesepakbola profesional. Sedangkan satu lainnya merupakan pemain futsal.

Ya, kabar duka pertama kali datang dari Iran setelah pemain Timnas Futsal Putri mereka, Elham Sheikhi tutup usia pada umur ke-23. Ia meninggal akibat terjangkit virus Corona pada 27 Februari lalu. Ia merupakan pemain asal kota Qom yang notabene menjadi pusat penyebaran virus tersebut di Iran.

Berikutnya, masifnya penyebaran virus corona mulai mengarah ke Eropa. Meski Italia menjadi negara yang paling terdampak parah, namun belum ada korban jiwa dari pelaku sepakbola. Sebaliknya, korban justru datang dari Spanyol. Seorang pelatih muda asal Negeri Matador bernama Francisco Garcia tewas di usia 21 tahun.

Francisco Garcia diketahui sebelumnya mengidap kanker darah leukemia lalu positif virus Corona. Media setempat di Malaga menyebutkan, Garcia mengalami sesak nafas dan kemudian nyawanya tidak bisa tertolong, pada pekan lalu.

Kemudian, satu korban lagi kembali datang dari Spanyol. Mantan Presiden klub Real Madrid, Lorenzo Sanz dilaporkan tutup usia akibat terjangkit Covid-19. Tentu saja kepergian pria berusia 76 tahun itu jelas kabar menyedihkan bagi kubu Los Merengues, julukan Real Madrid.

Sebab Sanz merupakan satu di antara presiden yang sukses bersama Los Merengues. Ia mulai menjabat sebagai pimpinan Real Madrid sejak 1995 hingga 2000. Meski terbilang singkat, Sanz mampu membawa klub asal Ibukota Spanyol itu berjaya.

Total tujuh trofi yang direngkuh Real Madrid pada masa kepemimpinan Sanz. Ketujuh gelar tersebut ialah dua Liga Champions, Piala Interkontinental, La Liga dan Piala Super Spanyol masing-masing satu kali. Sementara dua lainnya berasal dari klub basket Real Madrid, yakni di pentas domestik dan FIBA Eurocup.

Di klub sepakbola, ia mempunyai sederet pemain bintang pada masanya. Diantaranya Roberto Carlos, Raul Gonzales, Pedrag Mijatovic, Clarence Seedorf, Davor Suker dan Fernando Redondo. Tentu saja kepergian Sanz menjadi pukulan telak yang dirasakan salah satu bintang dimasanya, yakni Mijatovic.

"Merasa kehilangan dengan cara seperti ini, tanpa bisa mengucapkan salam perpisahan, tanpa bisa mengatakan selamat tinggal, adalah hal yang sangat sulit, sangat sedih. Ya, itu adalah salah satu malam paling sedih dalam hidup saya," kata Mijatovic seperti dilansir laman Marca, kemarin.

Rasa kehilangan juga di akui Real Madrid melalui Florentino Perez selaku pemimpin Los Merengues saat ini. Ia menyebut bahwa Sanz perlu mendapat sebuah penghargaan besar karena mampu mengembalikan kejayaan Los Merengues, khususnya dalam mengembalikan gelar Liga Champions yang telah hilang dalam 32 tahun.

Dimana pada era Sanz, Real Madrid berhasil menggapai penantian panjang di Liga Champions dengan mengembalikan trofi si kuping besar yang terakhir diraih pada 1966 dan mengembalikan pada musim 1998 usai mengalahkan Juventus di partai final dengan skor tipis 1-0.

"Hari ini, kita ingat Lorenzo Sanz, yang telah menjadi korban tragedi ini (virus corona -red). Dia adalah presiden yang memberi kami Piala Eropa yang telah lama ditunggu-tunggu setelah absen 32 tahun," kata Perez dilansir laman resmi klub, kemarin.

"Kami madridistas akan selamanya mengingatnya sebagai presiden yang membawa harapan dan kegembiraan kembali pada tanggal 20 Mei 1998 di Amsterdam (Belanda -red)," pungkasnya.



#Lorenzosanz #mantan #presiden #realmadrid #tutupusia #coronavirus #covid-19 #tiganyawa #sepakbolaberduka

Komentar Anda
Komentar