Hello,

Reader

Anies: Kami Bubarkan dan Tindak Tegas Kegiatan Berkumpul Dalam Jumlah Besar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Anies: Kami Bubarkan dan Tindak Tegas Kegiatan Berkumpul Dalam Jumlah Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, semua kegiatan berkumpul dalam jumlah besar di wilayahnya akan ditindak tegas demi menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Jadi kami meminta seluruh masyarakat untuk menjauhi kegiatan pengumpulan orang. Kalau ada, kami akan membubarkan, menegur penyelenggara dan menindak tegas,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin.

Untuk menjalankan kebijakan tersebut, Anies menyebut pihaknya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan TNI. “Jadi ada potensi tindakan penegakan hukum dari kepolisian,” tutur Anies.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 2014-2016 itu, kegiatan yang menempatkan banyak orang dalam satu lokasi sangat berisiko di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19).

Apalagi, sampai berita ini diturunkan, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah pasien COVID-19 terbanyak di Indonesia dengan 356 kasus dan dari jumlah itu 31 pasien meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 82 menjalani isolasi mandiri dan sebanyak 432 warga masih menunggu hasil laboratorium. 

Sanksi Tegas

Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Pemprov DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono serta Kepala Satpol PP DKI Arifin sepakat untuk memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang ada dalam kerumunan. Salah satu sanksinya adalah membubarkan kerumunan masyarakat tersebut.

“Sanksinya adalah dibubarkan kalau mereka tetap masih melakukan pertemuan-pertemuan seperti itu," ujar Catur saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2020).

Catur mengatakan, tim yang terdiri dari Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Satpol PP DKI akan turun ke lapangan memastikan tidak adanya kerumunan atau pertemuan-pertemuan yang berpotensi menjadi tempat penyebaran virus corona. Pasalnya, dia mengaku masih ada kelompok masyarakat yang tidak mengindahkan seruan pemerintah.

"Berdasarkan hasil evaluasi yang kita lakukan, masih ditemukan beberapa kelompok masyarakat di berbagai sudut kota. Ini tentu sebuah tindakan yang sangat membahayakan dan menurut saya tidak dianjurkan," tandas dia.

Bantuan 

Disisi lain, saat ini para petugas medis di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang bekerja keras dan membutuhkan dukungan masker serta dukungan lain berupa kebutuhan asupan makanan dan minuman bagi ribuan pekerja medis di seluruh rumah sakit rujukan. 

Untuk itu, Mayora Group memberikan donasi berupa masker serta air mineral dan biskuit. Bantuan air mineral dan biskuit ini diberikan mengingat bahwa kecukupan cairan dan gizi itu juga penting bagi para pekerja medis.

CEO Mayora Group Andre Atmadja, mengatakan bahwa donasi ini ditujukan bagi tim medis BNPB. Pemberian donasi dilakukan secara simbolis di Kantor BNPB, Jalan Pramuka No 38, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2020), dan disaksikan oleh Kepala BNPB, Doni Monardo.

Dukungan memberantas korona pun datang dari kalangan partai politik. Partai NasDem DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan di enam wilayah DKI Jakarta. 

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino yang ikut terlibat dalam aksi 'penyerangan' melawan Corona, di Jakarta, Senin (23/3/2020), mengatakan, aksi 'penyerangan' terhadap terhadap virus Corona yang semakin mengkhawatirkan Ibu Kota, dilakukan Partai NasDem DKI sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Jakarta.

31 Meninggal

Warga DKI Jakarta yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) kian bertambah menjadi 356 orang pada Senin (23/3/2020). Sementara, 42 tenaga kesehatan asal DKI Jakarta dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Hal tersebut, berdasarkan data dari situs corona.jakarta.go.id‬. Dari jumlah 356 pasien itu yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 221 orang, 31 meninggal, 82 menjalani isolasi mandiri dan 22 lainnya sudah dinyatakan sembuh. Dalam informasi yang ada di laman itu juga terhitung sebanyak 432 warga masih menunggu hasil laboratorium. 

Penyebaran orang positif penyakit asal Wuhan, China itu ada 252 titik kelurahan yang telah diketahui, namun untuk sisanya, yakni 104 kasus positif lainnya masih belum diketahui titik kelurahannya.



#Corona #covid-19

Komentar Anda
Komentar