Hello,

Reader

Masker Masih Langka, Harga Mencekik Leher; Harga Per Boks Rp350.000-Rp450.000
Masker Masih Langka, Harga Mencekik Leher; Harga Per Boks Rp350.000-Rp450.000

Jakarta, HanTer - Indonesia saat ini tengah dihadapkan oleh mahalnya harga masker. Serta, langkanya pasokan masker dalam negeri. Hal tersebut, dinilai karena adanya ulah spekulan. Pemerintah diminta menindak tegas ulah spekulan tersebut.

Dari pantauan, harga masker mencapai Rp325.000 per boks bahkan ada yang menjual Rp400.000 per boks berisi 50 masker. Ini pun barangnya tidak ada. "Di sini kita sudah tidak menjual masker sejak dua bulan yang lalu, karena stoknya sudah tidak ada," kata seorang petugas apotek di Jakarta Timur.

Kelangkaan masker tersebut juga dikeluhkan oleh seorang calon pembeli masker, Suryo. "Saya sudah masuk lima apotek di sekitar sini, tapi semuanya bilang sudah habis, enggak ada lagi maskernya," kat Suryo Saputro.

Ulah Spekulan

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, menduga, langkanya masker dikarenakan adanya ulah spekulan kesehatan yang menimbun persediaan masker untuk keuntungan pribadi.

"Barangnya ada tapi sengaja ditimbun, kalau harga sudah naik dan langka baru dilepas ke pasar. Marjinnya luar biasa. Bahkan di toko online ada yang Rp1 juta per box nya. Itu kan spekulan," katanya di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, ada kepanikan berlebihan di masyarakat di mana virus corona membuat masyarakat lebih menjaga diri di tempat umum dengan membeli masker diluar kewajaran. Kepanikan ini menaikkan harga masker secara drastis.

Ditindak Tegas

Pengamat Kebijakan Publik, Jerry Massie, mendorong pemerintah untuk menindak tegas oknum-oknum nakal yang diduga menimbun masker. Tindakan tegas perlu dilakukan pemerintah, mengingat peredaran masker tetap langka di pasaran.

"Saya kira stok cukup tapi sudah ada yang menimbun seperti BBM. Langkah cepat dan tepat perlu dilakukan pemerintah," kata Jerry di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Ia menganggap, orang sehat saat ini juga butuh masker. Terlebih, wabah virus Corona sudah bertambah dengan dua orang yang kembali dinyatakan positif terpapar virus tersebut.

Menurutnya, seharusnya langkah antisipasi dilakukan maksimal oleh pemerintah, termasuk dengan penyediaan masker bagi warga.

"Goverment policy (kebijakan pemerintah) harus terkonsep dan terarah. Paham mana needs (kebutuhan) dan wants (keinginan)," tutur dia. Jerry menduga, kelangkaan masker terjadi karena para penjual memainkan harga di pasaran. Untuk itu pemerintah dan polisi diminta bersama-sama menindak para penimbun masker tersebut.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini menyarankan, pihak terkait harus turun ke lapangan mengecek kelangkaan masker di titik mana saja di Jakarta. "Stok masker perlu diperbanyak, lantaran ini bagi warga sangat mendesak," tandasnya.


#Corona #covid-19 #masker

Komentar Anda
Komentar