Hello,

Reader

Pelayanan Taksi Bandara Gorontalo Dibenahi
Pelayanan Taksi Bandara Gorontalo Dibenahi

Jakarta, HanTer - Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Djalaluddin, Gorontalo, melakukan pembenahan terhadap pelayanan taksi yang beroperasi di bandara untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.

Kepala UPBU Kelas I Djalaluddin, Gorontalo Ben Adi Surya, mengatakan bahwa sebelumnya para penumpang dilayani oleh dua operator taksi. Pertama taksi dari Koperasi Angkasa dan Koperasi Djalaluddin, yang merupakan salah satu unit usaha dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Namun seiring perjalanan ada beberapa kekurangan dan hal-hal yang harus dibenahi demi mewujudkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan atau yang lebih dikenal dengan "SELAMANYA" yang selalu ditekankan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada para penumpang pihak bandara melalukan pembenahan dan penertiban kepada taksi yang tidak berizin atau taksi gelap. Dan saat ini tengah disusun strategi untuk mengatur agar para penumpang bisa mendapatkan layanan taksi yang baik dengan menghapuskan taksi gelap dengan mengandeng pihak Kepolisian," kata Ben dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Ia menegaskan dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna bandara, dirinya akan bertindak tegas kepada para operator yang tidak mengikuti aturan yang berlaku. Hal ini seperti yang dilakukan saat Ben menentukan operator taksi yang beroperasi di Bandara Djalaluddin. Dimana hanya Koperasi Angkasa dan Koperasi Mitra Usaha dapat melayani penumpang, sedangkan Koperasi Djalaluddin dibekukan operasinya, walaupun koperasi ini merupakan unit usahanya sendiri. 

Ben menceritakan Koperasi Angkasa dan Koperasi Mitra Usaha yang dalam memberikan pelayanannya telah memenuhi semua persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Gorontalo. Berbeda dengan Koperasi Djalaluddin yang belum memiliki persyaratan yang diharuskan untuk dapat beroperasi. Akhirnya diputuskan bahwa taksi yang beroperasi di Bandara adalah taksi dari Koperasi Angkasa dan Koperasi Mitra Usaha. Hal ini didasari bahwa koperasi tersebut taat aturan dan memenuhi perizinan yang ada. 

"Ditekankan bahwa tindakan tegas dengan membekukan operasi taksi bandara dari Koperasi Djalaluddin merupakan upaya perbaikan pelayanan demi mewujudkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan atau yang lebih dikenal dengan SELAMANYA yang ditekankan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," katanya.

Gandeng GoJek

Ben juga mengatakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna taksi bandara yang dihadiri oleh pengelola bandara, operator taksi dan juga Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Gorontalo akhirnya didapatkan hasil kalau dalam operasional pelayanan yang dilakukan oleh Koperasi Angkasa yang bekerjasama GoJek. 

"Dalam pelayanan terhadap para penumpang pihak koperasi akan menyiapkan outlet, antrian dan tempat duduk dan menunggu sendiri. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi supir tanya yang setengah memaksa kepada para penumpang yang baru tiba di pintu keluar bandara. Saat ini pelayanan taksi bandara ada sekitar 80 armada sehingga penumpang akan terlayani dengan baik," tutup Ben.



#taksi #bandara #gorontalo

Komentar Anda
Komentar