Hello,

Reader

Kemenpora Tak Setuju dengan Usulan BOPI
Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto dan Ketua BOPI, Richard Sambera
Kemenpora Tak Setuju dengan Usulan BOPI

Jakarta, HanTer - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), melalui ketuanya Richard Sambera, menyarankan agar pemerintah bisa membuat kebijakan bagi industri olahraga, terlebih banyak kompetisi olahraga profesional terhenti akibat kondisi pandemi COVID-19.

Virus corona memang telah membuat sejumlah kompetisi sepakbola seperti Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, Liga Basket Indonesia (IBL) harus terhenti sementara waktu. Bahkan kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia Proliga 2020 telah memutuskan untuk menghentikan kompetisi mereka akibat kekhawatiran pandemi COVID-19 yang tak kunjung mereda.

Kondisi tersebut dinilai Richard amat merugikan beberapa pihak, termasuk para pemain, operator kompetisi, sponsor dan pemangku kebijakan lainnya. "Karena kompetisi olahraga ini juga lintas kementerian dan lembaga, maka perlu kebijakan dari presiden juga," kata Richard beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak setuju dengan usulan BOPI yang meminta presiden untuk membuat kebijakan subsidi bagi industri olahraga Tanah Air yang terdampak pandemi global COVID-19.

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto dalam telekonferensi bersama media di Jakarta, pada Senin (30/3/2020) menilai bahwa BOPI sebagai badan olahraga profesional, di mana seharusnya siap menghadapi serta mempertimbangkan risiko saat dihadapkan dengan kondisi buruk seperti wabah virus corona ini.  

"Paket kebijakan stimulus itu ada, tapi untuk menangani COVID-19. Tapi kalau untuk industri olahraga, khususnya olahraga profesional seharusnya justru jangan memberatkan (pemerintah)," ujar Gatot.

"Mereka tidak perlu dapat subsidi bantuan pemerintah, karena seharusnya sebagai profesional bisa mempertimbangkan risiko terburuk. BOPI harusnya memikirkan itu," tegas Gatot menambahkan.



#Kemenpora #BOPI #Covid-19 #Subsidi

Komentar Anda
Komentar