Hello,

Reader

Liga Italia Banjir Desakkan untuk di Setop
Duel dua klub penghuni papan atas yang mempertemukan antara Juventus vs Lazio (ilustrasi/ist)
Liga Italia Banjir Desakkan untuk di Setop

Roma, HanTer - Masifnya penyebaran pandemi global virus corona alias Covid-19 membuat seluruh kompetisi khususnya di pentas Liga Italia, terpaksa di tunda. Itu tak lepas sebagai upaya menekan perkembangan virus dan juga meminimalisir banyak jatuhnya korban jiwa.

Dimana saat ini Italia menjadi negara Eropa terbanyak, atau kedua di dunia setelah China yang terjangkit ganasnya Covid-19. Bukan hanya masyarakat umum, virus dari keluarga influenza itu pun turut menyerang sejumlah pesepakbola profesional Serie-A yang notabene kompetisi tertinggi di Italia.

Seiring dengan hal itu, sampai saat ini masih belum ditemukan vaksin ampuh untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit virus tersebut. Menyikapi beragam faktor yang mengancam kesehatan, khususnya para pemain dan stakeholder terkait, desakan di setopnya liga pun bermunculan.

Salah satunya diserukan Presiden klub Genoa, Enrico Preziosi. Ia setuju dengan opsi pemberhentian liga musim ini dengan alasan mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan. Preziosi pun mempunyai sikap tegas bahwa ia tidak akan menginstruksikan klubnya berlatih dalam persiapan melanjutkan laga tunda.

Lain cerita bila kondisi di Italia sudah stabil dari wabah, maka ia akan menyerukan kepada seluruh pemain maupun staff untuk menggelar kembali sesi latihan sebagai persiapan. Bila pun di paksakan, ia meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini FIGC selaku PSSI-nya Italia untuk memberikan jaminan kesehatan.

"Saya setuju dengan dimulainya kembali kejuaraan (kompetisi Serie-A -red))," katanya kepada Corriere dello Sport, kemarin. "Tetapi hanya dan secara eksklusif jika ada kondisi yang tepat untuk perlindungan kesehatan," sambung dia.

Senada dikatakan Presiden klub Brescia, Massimo Cellino. Mengacu kepada saran Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, untuk menghentikan kegiatan sepakbola, ia sepakat dengan itu. Kini pihaknya hanya menunggu kepastian sikap dari pemerintah terkait nasib sepakbola Italia, khususnya Serie-A.

“Sangat penting untuk menghentikan sepakbola. Tetapi kita mungkin perlu Menteri untuk memberi tahu kita, ”kata Cellino kepada Corriere dello Sport. “Saya hanya akan mengatakan bahwa musim ini harus ditiadakan. Kami berharap dapat melanjutkan musim berikutnya; itu akan menjadi hal yang baik," ujar Cellino.

Setali tiga uang. Seruan untuk penghentian liga juga Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC). Hal itu disampaikan Kepala AIC, Damiano Tommasi. Ia akan menghormati bila penghentian liga sudah final. Namun eks gelandang AS Roma itu meminta kepada pihak terkait, seperti klub maupun federasi, agar tak melupakan nasib para pemain.

Tentu saja yang dimaksud Tommasi salah satunya ialah mengenai kontrak dan gaji para pemain yang harus dijabarkan secara jelas dan tuntas. "Karena itu penting untuk mengatasi masalah mengakhiri musim dari sudut pandang olah raga dan kontrak," jelas Tommasi.

“Mengenai pemotongan upah, kami mencari, jika mungkin, solusi bersama. Juventus bergerak maju (bersedia pemotongan gaji -red), tetapi apa yang mereka lakukan tidak mengejutkan kami. Kami tahu semua tentang itu dan kami tidak merasa didelegitimasi," tegasnya. 



#Ligaitalia #serie-a #setop #berhenti #figc #covid-19 #coronavirus

Komentar Anda
Komentar