Hello,

Reader

Bob Hasan, Sosok Ayah dan Motivator Dimata Sprinter
Lalu Muhammad Zohri dan mendiang Bob Hasan (ist)
Bob Hasan, Sosok Ayah dan Motivator Dimata Sprinter

Jakarta, HanTer - Kepergian abadi Mohamad Hasan Gatot Soebroto alias Bob Hasan yang tutup usia di umur 89 tahun mengejutkan banyak pihak, khususnya di dunia olahraga. Ia dianggap sebagai tokoh yang berdedikasi tinggi terhadap lahirnya rentetan prestasi atletik Indonesia.

Sederet atlet potensial telah dilahirkannya ketika memimpin Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Hingga akhirnya atlet-atlet binaannya mampu menelurkan prestasi bagi Indonesia, khususnya di level internasional.

Konsentrasi terhadap dunia olahraga khususnya atletik sebagai ibu dari olahraga, tidak main-main. Itu terlihat dari komitmennya ketika memimpin PB PASI sejak 1982 hingga tutup usia. Dengan begitu terlihat, bahwa mendiang bukan semata hanya ingin duduk untuk mencari panggung, melainkan mengorbitkan kejayaan atletik Indonesia.

Pengabdian kuat nan panjang yang diberikannya sampai akhir hayat pun tak sia-sia. Sejumlah atlet binaannya berhasil unjuk gigi di level internasional. Diantaranya ada dua sosok lintas generasi yang turun di nomor sprinter. Pertama, tentu saja ketika PB PASI dibawah binaannya sukses mengorbitkan Suryo Agung Wibowo.

Suryo Agung yang kini berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencapai titk emas setelah dinobatkan menjadi manusia tercepat Asia Tenggara. Label itu disandang kepadanya usai mencatatkan rekor 10,17 detik pada SEA Games 2009 di Laos.

Ada sejumlah kenangan yang tak bisa dilupakan Suryo Agung kepada mendiang Bob Hasan ketika masih menjadi atlet PB PASI. Menurutnya, mendiang Bob Hasan merupakan sosok hebat yang berpengaruh besar terhadap karirnya. Selain sebagai ayah dari seluruh atlet, mendiang juga merupakan motivator dengan 'gaya' khasnya.

"(Tentu saya -red) sangat kehilangan. (Bob Hasan -red) merupakan sosok yang mendedikasikan semua apa yang beliau punya hanya untuk kemajuan atletik Indonesia," kata dia kepada Harian Terbit, Selasa (31/3/2020) kemarin.

"Beliau sosok yang selalu mengajarkan 'jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih'. Ketika SEA Games 2009, saya mendapat emas dan pecah rekornas dan rekor SEA Games 10,17. Tapi beliau bilang 'Gung, lu harus bisa lari lebih kencang lagi , di bawah 10,10 detik," kenang Suryo Agung.

Seiring berjalannya waktu, PB PASI kembali bangga setelah muncul sprinter baru, yang bukan hanya mengejutkan mereka, namun juga membuka mata dunia bahwa Indonesia patut diwaspadai di nomor itu. Dia adalah Lalu Muhammad Zohri. Namanya mulai mengorbit ketika menjadi juara dunia di Finlandia pada 2018.

Itu menjadi tonggak awal prestasi Zohri di level internasional. Ia kembali menyumbang sejumlah medali di berbagai event internasional lain. Salah satunya dengan memecahkan rekor seniornya, Suryo Agung sebagai pelari tercepat Asia Tenggara.

Rekor tersebut di ukir ketika mengarungi Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Qatar. Ia menjadi sprinter tercepat kedua Asia dengan mencatatkan waktu 10,15 detik pada nomor lari 100 meter putra. Dan kini Zohri menjadi tulang punggung PB PASI, khususnya di Olimpiade Tokyo.

Pria asal Lombok itu pun turut kehilangan dengan wafatnya Bob Hasan. Sebab, jelas dia, mendiang sudah seperti ayah sendiri. "Sangat (kehilangan). Saya anggap Pak Bob sebagai bapak sendiri saking baiknya," kata Zohri seperti di kutip Antara, kemarin. 

Seperti diketahui, Bob Hasan meninggal dunia dalam usia 89 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker dan paru-paru. Wafatnya Bob Hasan menjadi kehilangan yang besar bagi atletik Indonesia. Pertama kali menjabat Ketua Umum PB PASI sejak 1976, dia telah melahirkan atlet-atlet nasional yang diperhitungkan dunia.

Sebut saja Suryo Agung Wibowo, Triyaningsih, Maria Londa, hingga Lalu Muhammad Zohri yang untuk pertama kalinya atletik Indonesia bisa tampil pada Olimpiade. Dijadwalkan jenazah dari anak Jenderal TNI Gatot Soebroto itu akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020).



#bobhasan #meninggaldunia #reaksi #sprinter #atletik #atlet #indonesia #suryoagung #lalumuhammadzohri

Komentar Anda
Komentar