Hello,

Reader

Panic Buying Berisiko Tingkatkan Inflasi
ilustrasi. (Ist)
Panic Buying Berisiko Tingkatkan Inflasi

Jakarta, HanTer - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat (Kalbar) Agus Chusaini mengatakan pembelian karena panik di tengah wabah Virus Corona baru atau COVID-19 berpotensi sebabkan inflasi.

"Saat ini terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, selain faktor alam seperti anomali cuaca, bencana alam di sentra produksi makanan, namun juga karena panic buying atau pembelian karena panik di tengah wabah COVID-19," ujarnya di Pontianak, dilansir Antara, Sabtu (4/4/2020).

Ia menambahkan fluktuasi harga minyak dunia, kelangkaan gula pasir, dan potensi peningkatan harga jelang bulan Ramadhan 1441H/2020 juga sangat berisiko terhadap inflasi. "Berdasarkan pola inflasi yang ada di Kalbar, saat hari besar keagamaan dan tahun baru inflasi terjadi. Inflasi terjadi karena permintaan yang tinggi," kata dia.

Dengan potensi yang ada ke depan, pihaknya dari KPw BI Kalbar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar akan terus hadir di masyarakat untuk menjaga inflasi.

"Secara umum Kalbar ke depan diprakirakan masih berada pada rentang target inflasi nasional 3+1 persen (yoy). Namun demikian, tingkat inflasi tetap rendah dan stabil, demi mencapai pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas," kata dia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto sebelumnya menyatakan stok dan kelancaran distribusi barang harus diperhatikan jelang memasuki bulan Ramadan. “Dengan memperhatikan apa yang dicapai pemerintah pada tahun lalu tentunya kita harap inflasi pada ramadhan dan lebaran tetap akan terkendali,” jelasnya.

BPS mencatat inflasi pada Maret 2020 sebesar 0,10%. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2020 sebesar 0,76% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,96%. Inflasi Maret 2020 disebabkan oleh kenaikan harga emas perhiasan, telur ayam ras, dan gula pasir.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2020 secara umum ada kenaikan meskipun kenaikan jauh lebih landai dari bulan-bulan sebelumnya. Dari data-data yang ada saya simpulkan inflasi Maret 2020 cukup terkendali,” jelasnya. 



#panicbuying #inflasi #bps

Komentar Anda
Komentar