Hello,

Reader

Panic Syndrome Perberat Penyakit dan Persulit Penanganan Wabah Virus Corona 
dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed
Panic Syndrome Perberat Penyakit dan Persulit Penanganan Wabah Virus Corona 

Oleh: dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed*)

Menghadapi (Wabah) Virus Corona harus dengan tenang. Mengapa? Karena penyakit yang diakibatkan bersifat self limited disease. Atau dapat sembuh sendiri dengan mekanisme daya kekebalan (daya tahan) tubuh manusia. Muncul atau tidak gejala penyakit (carier). Ringan atau berkembang jadi penyakit berat bahkan dapat berujung kematian semua tergantung dari daya kekebalan (daya tahan) tubuh manusia yang terpapar. 

Apa kaitan dengan TENANG? Segenap proses keseimbangan dalam mekanisme fisiologis tubuh (homestasis) sangat dipengaruhi kondisi kejiwaan (psikologis) manusia. Ada taut menaut antara proses yang satu dengan proses yang lain dengan kondisi kejiwaan (psikologis) manusia. Dalam dunia kedokteran hal tersebut lazim disebut Psiko-Neuro-Immuno-Endocrinology System. 

“Ketenangan itu merupakan gambaran kondisi kejiwaan (psikologis) manusia pada puncak dari percaya diri (confidence) yang melandasi adanya keseimbangan tubuh manusia (homeostasis)” 

Ketenangan itu merupakan wujud sebuah (puncak) percaya diri yang kuat dan kokoh. Ketika kejiwaan (psikologis) manusia berada pada ketenangan maka daya kekebalan (daya tahan) tubuh dalam kondisi kuat dan kokoh. Sehingga secara keseluruhan, tubuh manusia dalam kondisi keseimbangan (homeostasis). Ketenangan kejiwaan (psikologis) manusia menjadi penentu adanya keseimbangan (homeostasis) tubuh manusia (homeostasis), kuat dan kokohnya daya kekebalan (daya tahan) tubuh manusia. 

Oleh karena itu, apapun yang ada, tidak terkecuali (Wabah) Virus Corona kalau dihadapi dengan tenang maka akan segera hilang dan tuntas (segera kibarkan bendera putih kekalahan laksana dalam sebuah peperangan). 

Demikian sebaliknya, jika dihadapi dengan ketakutan (worry), kecemasan (afraid), lebih-lebih dengan kepanikan (panic) segera men-drop-kan daya kekebalan (daya tahan) tubuh manusia. Dampaknya adalah akibatkan penyakit berkembang menjadi berat bahkan dapat berujung dengan kematian. Jika hal ini terjadi secara komunal, lebih-lebih secara kelembagaan (institusional) dapat mempersulit pencegahan penyebaran dan penanganan wabah virus Corona (Covid-19).

Dengan catatan tetap pada koridor ketentuan protokoler kedaruratan kesehatan masyarakat. Hidup sehat dengan selalu menjaga daya kekebalan (daya tahan) tubuh, asupan gizi dan air yang memadai. Hidup bersih dan higienis, biasakan cuci tangan dengan sabun (jika ada anti septik). Hidarkan diri terpapar virus corona dengan memakai masker, jalani prosedur social and physical distancing dalam berinteraksi sosial. Dan yang paling mendasar adalah No Panic !

Khusus bagi kelompok yang memiliki daya kekebalan (daya tahan) tubuh yang lemah akibat faktor usia semisal balita karena belum sempurna dan usia lanjut di atas 60 tahun akibat aging process, serta memiliki underliying disease atau penyakit kronik sebelumnya seperti kencing manis, ginjal, penyakit paru, sesak nafas, jantung dan lainnya harus mendapatkan perhatian secara khusus. Mengapa? Karena jika terpapar virus Corona seringkali menimbulkan penyakit. Lebih dari itu, bisa berkembang berat bahkan dapat berujung dengan kematian.

Hadapi dengan Tenang, Arif Dan Bijak adalah kunci sukses dari semua daya dan upaya percepat penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19) segera usai dari bumi Ibu Pertiwi. Selalu berusaha dan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, Ora et Labora adalah penentu kejiwaan (psikologis) manusia dalam kondisi ‘Ketenangan’. 

Baik rakyat maupun pemerintah saat ini kasat mata semakin panik. Juga cyberitas makin memperparah situasi dan keadaan dengan informasi yang simpang siur dan semrawut yang tidak ada jaminan kebenarannya menambah kepanikan rakyat. Rakyat bangsa dan negeri ini tidak boleh terperangkap PANIC SYNDROME hadapi wabah virus Corona

Mudah-mudahan tulisan ini diperkenankan membawa ketenangan dan kesejukan bagi segenap rakyat dan meringankan beban hadapai wabah virus Corona. Insya-Allah badai segera berlalu atas kehendak dan ridho Tuhan Yang Maha Jaiz, Gusti Allah SWT, amin.

*) Penulis adalah Dokter Ahli Kekebalan Tubuh Jebolan FK UNIBRAW Malang dan FK UI Jakarta


#VirusCorona #VirusCoronadiindonesia

Komentar Anda
Komentar