Hello,

Reader

Alami Kerugian Besar, MU Komitmen Tak Pangkas Gaji Pegawai
Stadion Old Trafford (ilustrasi/ist)
Alami Kerugian Besar, MU Komitmen Tak Pangkas Gaji Pegawai

Manchester, HanTer - Masifnya penyebaran virus corona secara global, bukan hanya mengancam kesehatan. Tentu saja berbagai aspek juga terdampak. Salah satunya dirasakan seluruh klub yang berpentas di kompetisi Premier League atau Liga Inggris, yakni terkait masalah finansial.

Memang, saat ini pro-kontra ihwal pemangkasan gaji masih cukup panas dan alot di perundingkan oleh sederet pemain serta klubnya masing-masing. Namun di luar itu, sejumlah kerugian masih membayangi 20 klub yang berpentas di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.

Dimana mereka sangat dirugikan dari masifnya penyebaran virus corona alias Covid-19 yang berdampak ditangguhkannya liga. Penangguhan itu sejauh ini membuat kantong kas dari seluruh klub mulai menipis, sehingga tak ayal beberapa langkah kontroversi dilakukan. Salah satunya pemangkasan gaji karyawannya.

Berbicara ihwal kerugian, Daily Mail melaporkan pada Selasa (7/4/2020) kemarin bahwa Manchester United (MU) menjadi klub yang paling terdampak. Tim asuhan pelatih Ole Gunnar Solskjaer dilaporkan mengalami kerugian sebesar 116 juta poundsterling atau setara dengan Rp2,3triliun.

Angka itu merupakan total kerugian yang dialami setelah terjadi penjumlahan kerugian dari tayangan hak siar televisi sebesar 48 juta poundsterling, pendapatan penonton di laga kandang sejumlah 17,6 juta poundsterling dan sisi komersil lain hampir sebesar 51 juta poundsterling.

Kendati begitu, pihak Old Trafford sampai saat ini berusaha untuk tetap memberikan hak upah para karyawan dan juga pemainnya. Dimana ada 950 karyawantetap dan lepas yang bekerja disana. Mereka tidak akan memangkas gaji staf non-teknis seperti yang dilakukan beberapa kontestan Premier League meski saat ini dirumahkan.

"Manchester United telah menulis surat kepada semua staf untuk memberi tahu bahwa upah mereka tidak akan dipangkas," demikian pernyataan klub dikutip laman Daily Mail, kemarin.



Lain cerita dengan Liverpool dan Tottenham Hotspur. Kedua kesebelasan menempuh sikap untuk memangkas gaji para karyawannya yang telah dirumahkan akibat masifnya penyebaran Covid-19 di tanah Inggris. Liverpool selaku pemuncak klasemen dilaporkan mengalami kerugian lebih dari 102 juta pound atau sekitar Rp2 triliun.

Sedangkan Tottenham Hotspur menjadi kesebelasan di peringkat lima yang mengalami kerugian besar dengan angka menyentuh 83 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,6 triliun. Sementara Manchester City menempuh langkah serupa dengan Setan Merah, julukan MU.

Tim asuhan pelatih Pep Guardiola yang bermarkas di Etihad Stadium tak akan memangkas gaji pegawainya meski mereka digadangkan mengalami kerugian 109 juta poundsterling atau hampir sekitar Rp2,2 triliun. Chief operating officer City, Omar Berrada menyampaikan berita itu kepada ratusan karyawan secara tertulis akhir pekan lalu.

"Kami dapat mengkonfirmasi, mengikuti keputusan Ketua dan Dewan pekan lalu, bahwa Manchester City tidak akan memanfaatkan kebijakan upah pekerja dari Pemerintah Inggris terkait pandemi (virus corona -red) ini," kata Berrada dilansir Daily Mail.

"Kami tetap bertekad untuk melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami. Sementara pada saat yang sama kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk mendukung komunitas kami yang lebih luas pada waktu yang paling menantang ini," tegasnya.


#Manchesterunited #kerugian #finansial #premierleague #gaji #karyawan #oldtrafford #covid-19

Komentar Anda
Komentar