Hello,

Reader

UEFA Kebut Selesaikan Turnamen Eropa Dalam Satu Bulan
Trofi Liga Champions (ist)
UEFA Kebut Selesaikan Turnamen Eropa Dalam Satu Bulan

Nyon, HanTer - UEFA selaku induk tertinggi sepakbola Eropa telah merancang jadwal mengenai dua turnamen hajat besarnya yang terimbas mengalami penangguhan akibat penyebaran global pandemi virus corona alias Covid-19, yakni Liga Champions dan Liga Europa.

Liga Champions sebagai turnamen bergengsi antar klub top Eropa saat ini terhenti di babak 16 besar, tepatnya pada beberapa pertandingan yang belum menjalani leg kedua. Diantaranya pertandingan Bayern Munchen vs Chelsea, Barcelona vs Napoli Manchester City vs Real Madrid dan Juventus vs Olympique Lyon.

Lainnya seperti Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, Atalanta dan RB Leipzig telah melangkahkan kaki ke delapan besar. Melihat perjalanan yang hampir rampung, tentu saja UEFA pun mulai menyusun rancangan jadwal pada laga tertunda di babak 16 besar sekaligus menyiasati agar gelaran tersebut rampung sesegera mungkin.

Dilansir laman Daily Mail, kemarin, UEFA telah menyusun jadwal baru dan akan mempresentasikan rencana mereka melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan melempar rencana tersebut kepada klub peserta. Dimana dijadwalkan gelaran akan dimulai pada 7 Agustus dan selesai di akhir bulan.

Jangka waktu kurang dari satu bulan tentu saja berimbas dengan padatnya jadwal. Hal itu membuat kontestan akan bertanding, setidaknya tiga hari sekali hingga berlangsungnya partai final yang di agendakan bergulir pada 29 Agustus mendatang.

Dalam rinciannya, sisa pertandingan leg kedua, antara Lyon dan Juventus dan Barcelona dan Napoli, akan dimainkan pada 7 dan 8 Agustus. Kemudian pertandingan akan dimainkan setiap tiga hari untuk pertandingan kandang dan tandang perempatfinal, semifinal dan satu kali final.

Semifinal akan berlangsung pada 18-19 Agustus, 21-22, kemudian final di Istanbul pada 29 Agustus. Ini juga akan melihat fase grup Liga Champions musim 2020-21 didorong kembali dengan dimulai pada 20 Oktober.

Juara bertahan Liverpool telah tersingkir, yang berarti tim baru akan melanjutkan untuk mengangkat trofi bergengsi jika kompetisi mencapai kesimpulan. Akan tetapi, bila pandemi Covid-19 belum berakhir di Eropa, maka bukan tak mungkin turnamen UEFA seperti Liga Champions dan Liga Europa dipastikan akan berjalan tertutup bila dipaksakan.

Dan itu tentu saja sangat disayangkan oleh kolumnis New York Times, Rory Smith dalam artikel berjudul 'Sepakbola Tanpa Penggemar Tidak akan Berarti Apa-apa'. Apalagi banyak ritual-ritual dari klub tuan rumah yang kerap dipertontonkan serta nilai histori dari stadion ketika di selimuti para penggemarnya.

"Stadion adalah tempat yang unik. Beberapa hal menakjubkan kerap diperlihatkan: Stadium of Light di Lisbon, di mana elang Benfica terbang di sekitar lapangan sebelum pertandingan dimulai; Markas baru Tottenham, masih dengan nuansa cat baru; San Siro, sebuah bangunan dengan karakter katedral kuno di Milan," kata Rory Smith.

"Apa yang mengangkat mereka, apa yang membuat mereka merasa istimewa, adalah sejarah yang terukir di dinding, dan orang-orang yang memenuhi mereka. Sulit menemukan foto bagus dari Signal Iduna Park, tempat Borussia Dortmund bermain, ketika (stadion -red) itu kosong," cetusnya. 



#LIGACHAMPIONS #LIGAEUROPA #UEFA #KEBUT #AGUSTUS #ATATURK #ISTANBUL #SEBULAN

Komentar Anda
Komentar