Hello,

Reader

Mesut Oezil Makin Dekat Tinggalkan Arsenal
Mesut Oezil (ist)
Mesut Oezil Makin Dekat Tinggalkan Arsenal

London, HanTer - Desas-desus ihwal masa depan Mesut Oezil bersama Arsenal nampaknya mulai berada dalam titik terang. Dimana potensi hengkang dari pemain berpaspor Jerman itu makin kencang setelah dirinya membuat gaduh manajemen lantaran menolak untuk pangkas gaji.

Dilansir laman Daily Mail, Selasa (21/4/2020) kemarin, Oezil menolak upahnya dipangkas oleh manajemen klub menyusul krisis finansial pandemi global virus corona alias Covid-19. Ia tak sendiri, ada dua pemain yang turut menolak ihwal itu. Namun identitas kedua pemain tersebut dirahasiakan.

Dibanding gajinya di pangkas, ia lebih memilih agar upah dari jerihnya di tunda alias rapel sampai kondisi keuangan klub kembali stabil baru dibayarkan kepadanya. Sikap tersebut mendapat dukungan dari agennya, bernama Dr Erkut Sogut. 

"Penangguhan liga adalah suatu pilihan tetapi tidak untuk menyetujui pemotongan hari ini ketika klub-klub masih mungkin mendapatkan keuntungan yang sama seperti tahun lalu. Apa dampak finansial sebenarnya pada klub, kita bisa melihat tiga hingga enam bulan kemudian - tetapi kita tidak bisa melihatnya hari ini," kata sang agen.

Namun di lain sisi sikap Oezil justru tidak mencerminkan sebagai seorang pemain bintang dan teladan. Kecaman pun datang dari mantan pesepakbola Inggris yang kini berprofesi sebagai pengamat. Salah satunya dikritisi eks bek Liverpool, Jamie Carragher. 

Ia menilai, dengan menjadi seorang pemain yang mempunyai gaji tertinggi di Emirates Stadium, seharusnya Oezil menerima pemangkasan upah sebesar 12,5 persen dari klub. "Pemain dengan bayaran tertinggi belum melakukannya, sedangkan anggota lainnya telah menyetujuinya, Anda harus pergi dengan sisa pemain tanpa perlu mengajaknya," cetus Carragher.

Setali tiga uang. Hal serupa dikatakan Gary Neville. Eks pemain Manchester United yang kini menjadi seorang pundit sepakbola Inggris sangat menyayangkan sikap Oezil. Bahkan Neville meminta agar Arsenal mengambil sikap tegas, yakni dengan mendepaknya dari Emirates Stadium.

"Prinsip tidak bersama sebagai suatu kelompok tidak dapat dipertahankan. Anda adalah tim di dalam dan di luar lapangan. Ketika sekelompok pemain memberikan suara pada sesuatu, Anda ikut saja," tutur Neville.

“Itu hanya menunjukkan kompleksitas dari apa yang terjadi di klub Liga Premier saat ini. Sepak bola memakan dirinya sendiri dari dalam ke luar. Kebanyakan klub, pemain, tidak berperang tetapi mereka dalam pertempuran besar. Para pemain tidak mempercayai klub dan ini hanyalah contoh lain dari itu," pungkasnya.



#mesutozil #tolak #potongupah #gaji #arsenal #hengkang #emiratesstadium

Komentar Anda
Komentar