Hello,

Reader

Heboh Pernyataan Jokowi Mudik Berbeda dengan Pulang Kampung
Heboh Pernyataan Jokowi Mudik Berbeda dengan Pulang Kampung

Jakarta, HanTer - Sejumlah kalangan mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menganggap aktivitas mudik dan pulang kampung berbeda. Aktivitas mudik atau pulang kampung yang dilakukan masyarakat memiliki peluang sama dalam penyebaran virus corona.  Pernyataan Jokowi ini bikin heboh, ramai jadi perbincangan di media sosial.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik pernyataan Jokowi tersebut parah. Menurut dia mudik dan pulang kampung adalah sama dan dilarang.

Mardani mengatakan, kegiatan mudik atau pulang kampung yang dilakukan masyarakat memiliki peluang sama dalam penyebaran virus corona.

“Pemahaman soal mudik dan pulang kampung sebagai hal yang sama di tengah pandemi virus corona diperlukan agar lahir kekompakan dalam mengambil sikap dan membuat program," katanya dilansir CNNIndonesia.com.

Sementara itu Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi menilai, pernyataan Jokowi yang menyebut  mudik dengan pulang kampung berbeda hal yang lucu yang dilakukan kepala negara.

"Harusnya Presiden Jokowi mengetahui mudik itu sama dengan pulang kampung,” ujar Muslim Arbi kepada Harian Terbit, Jumat (24/4/2020).

Muslim menuturkan, mudik dan pulang kampung adalah suku kata umum yang terjadi dan ditemui di masyarakat. “Harusnya hal-hal mendasar seperti istilah mudik, pulang kampung sudah diketahui seorang presiden,” paparnya.

Ironisnya, sambung Muslim, Jokowi yang membuat pernyataan salah justru dibenarkan para pendukungnya melalui buzzer. “Saya amati para buzzer mendukung pernyataan Jokowi. Justru buzzer ini yang menjerumuskan Jokowi,” jelasnya.

Ia mengatakan, kesalahan Jokowi yang membedakan mudik dengan pulang kampung berdampak pada kebijakan di tengah virus corona atau Covid-19. “Nantinya orang bisa membantah ketika ada operasi penertiban untuk tidak mudik. Mereka yang ditangkap polisi akan membantah bukan mudik tetapi pulang kampung karena di Jakarta sudah tidak punya pekerjaan,”

Muslim menilai, ada beberapa hal yang membuat Jokowi kerap mengeluarkan pernyataan salah sehingga menjadi kontroversi di masyarakat. Pertama,karena pengalihan isu. Kedua, karena tekanan situasi. Ketiga, karena tidak sanggup dengan beratnya persoalan negeri ini. 

"Tapi bisa juga karena kebuntuan. Tidak tahu mau berbuat apa?" papar Muslim yang menyarankan agar Jokowi mundur sebagai Presiden karena dinilai tidak sanggup pimpin Indonesia sehingga semakin kacau negara ini.

Komentar Pedas

Sementara itu mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai juga berkomentar pedas terkait Jokowi yang tidak bisa membedakan arti kata mudik dan pulang kampung. Ia menjelaskan, sejak duduk di bangku SD ia sudah tahu arti mudik. Pigai menduga Jokowi bukan ngeles tapi memang tidak tahu, karena kelamaan di China.

"Mudik berasal dari kata dasar (n) udik. udik artinya hulu sungai, kampung dan desa. Jadi Mudik artinya Pulang Kampung atau “going home”. Sejak SD Kelas 5 sy sdh tahu arti mudik. Sepertinya Pak Jokowi bukan ngeles tapi memang beliau tidak tahu. kan sudah lama di China bukan?," tulis Pigai di Twitternya, Rabu (22/4/2020).

Sebelumnya, Jokowi mengatakan pergerakan masyarakat yang keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebelum ada pelarangan mudik adalah kegiatan pulang kampung.

Hal itu Jokowi sampaikan ketika ditanya jurnalis Najwa Shihab soal jutaan masyarakat yang berbondong-bondong mudik sebelum keluar pelarangan, di acara Mata Najwa, di Trans 7, dalam wawancara ekslusif di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

"Kalau itu bukan mudik, itu pulang kampung. Yang bekerja di Jabodetabek, di sini, tidak ada pekerjaan, mereka pulang," jawab Jokowi.

"Apa bedanya?" tanya Najwa.

"Kalau mudik itu di hari lebarannya. Kalau pulang kampung itu bekerja di Jakarta pulang ke kampung," jelas Jokowi.

Jokowi sendiri baru memutuskan larangan mudik di tengah pandemi virus corona pada Selasa 21 April lalu. Pelarangan mudik akan mulai resmi diberlakukan pada Jumat (23/4) dini hari. 



#Jokowi #mudik #pulangkampung

Komentar Anda
Komentar