Hello,

Reader

Akibat COVID-19, Pendapatan Pemprov DKI Turun Luar Biasa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Akibat COVID-19, Pendapatan Pemprov DKI Turun Luar Biasa

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan perekonomian Jakarta sedang mengalami kontraksi. Berdasarkan kajiannya, kontraksi ekonomi yang dipicu oleh pandemi virus corona (Covid-19) ini, bakal terjadi sampai 2021 mendatang.

"Kami (DKI Jakarta) mengalami kontraksi hingga hampir 53 persen berkurang. Jadi anggaran kami tinggal 47 persen dari semula," ujar Anies saat rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara virtual pada Kamis (23/4/2020).

Dalam acara itu, hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Direktur Jendral Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti, dan perwakilan Kementerian Koordiantor Bidang Perekonomian.

Oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, tayangan itu disiarkan melalui akun YouTube Bappeda DKI.

"Seperti yang disebutkan oleh bapak Mendagri (Tito Karnavian) bahwa anggaran DKI tahun 2020 ada Rp87 triliun, akan tetapi pendapatan tahun ini mengalami pengurangan yang luar biasa," kata Anies.

Menurutnya, sektor pendapatan utama Jakarta adalah dari pajak, sementara pajak mengandalkan kegiatan perekonomian. Ketika kegitan perekonomian turun, maka pajak yang dibayarkan turun.

"Lalu ketika pajak yang dibayarkan turun, pendapatan Pemprov DKI Jakarta juga turun," imbuhnya.

Atas fenomena ini, kata dia, pihaknya akan mematangkan perencanaan kegiatan dalam penyusunan untuk APBD 2021 mendatang. Anies berharap forum Musrenbang ini dapat menjadi wadah diskusi antara Pemprov DKI Jakarta dengan lembaga vertikal maupun masyarakat yang hadir dalam rapat.

"Dalam merencanakan kegiatan di tahun 2021, kami perlu realistis bahwa akan perlu waktu bagi anggaran DKI Jakarta untuk bisa kembali (normal)," jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima, realisasi pendapatan DKI Jakarta dari 1 Januari sampai Rabu (22/4/2020) telah mencapai Rp7.715.762.891.827 atau baru 15,38 persen, dari target yang dipatok sebesar Rp50.170.000.000.000. 

Kerja Di Rumah

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, mengatakan, adanya pembatasan aktivitas warga hingga kebijakan bekerja dari rumah (work from home) untuk mencegah wabah Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian Jakarta. Menurutnya, penurunan ekonomi sudah hampir 60 persen dan yang bekerja saat ini hanya yang menyediakan kebutuhan masyarakat saja. Sementara semuanya sudah down.

"Sektor usaha yang paling terdampak penyebaran virus corona adalah sektor pariwisata. Termasuk hotel dan restoran," kata Diana di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Diana, meminta semua pengusaha di Jakarta untuk tak patah semangat dan tetap bekerja. Sebab, pemerintah telah menginformasikan sejumlah kebijakan kepada Kadin untuk menstimulus perekonomian Ibu Kota.

Diana berharap kebijakan pemerintah untuk menstimulus perekonomian Jakarta ke depan diterapkan secara adil bagi semua sektor usaha dan sesuai kepentingan para pengusaha.

"Kami merasa bahwa pemerintah sudah memberikan stimulus-stimulus yang cukup banyak juga, terutama untuk UMKM. Ini yang membesarkan hati kami," pungkasnya.


#Corona #covid-19 #apbd #dki #anies

Komentar Anda
Komentar