Hello,

Reader

Pertumbuhan Anjlok, PHK Massal Berlangsung, Dahlan Iskan: Ekonomi Indonesia Sudah Sangat Buruk Sebelum COVID-19
Pertumbuhan Anjlok, PHK Massal Berlangsung, Dahlan Iskan: Ekonomi Indonesia Sudah Sangat Buruk Sebelum COVID-19

Jakarta, HanTer - Pandemi COVID-19 membuat ekonomi Indonesia secara keseluruhan collaps alias runtuh. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2020 ini bakal anjlok secara dramatis. Tak hanya itu COVID juga sudah menyebabkan terjadinya PHK massal, penutupan pabrik-pabrik, goncangan terhadap supply and demand hingga terjadinya penurunan daya beli (konsumsi) masyarakat. 

Benarkah ekonomi Indonesia collaps karena Pandemi COBID-19? Menurut mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, kondisi ekonomi Indonesia sejatinya sudah sangat jelek atau buruk sebelum terjadinya pandemi covid-19. 

“Memang pandemi berkontribusi memperparah krisis ekonomi yang terjadi, ibarat orang yang sudah jalan sempoyongan kemudian ditinju. Pukulan berat ini membuat bangsa ini menjadi semakin sulit untuk menuju kemandirian ekonomi,” kata Dahlan Iskan saat tampil jadi pembicara kunci pada diskusi Webinar Nasional dengan thema Momentum Menuju Kemandirian Ekonomi: Analisis Dampak COVID-19 dan Strategi pemulihan Ekonomi Berkesinambungan, Minggu (10/5/2020).

Dalam Webinar yang diselenggarkan Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) itu lebih lanjut Dahlan Iskan mengatakan, di akhir-akhir Orde Baru, Indonesia sudah hampir menjadi negara industrialis yang mandiri dalam melakukan aktivitas produksi dalam negeri. Namun, setelah orde Reformasi kondisinya berubah sehingga membuat kebanyakan pengusaha lebih suka hanya menjadi distributor produk-produk luar negeri terutama dari Tiongkok,” ujarnya.

Menurut Dahlan Islan, kemandirian ekonomi hanya dapat diperoleh jika kegiatan produksi dilakukan sendiri di dalam negeri dan tidak terlalu mengandalkan bahan baku dari luar negeri. 

RR: Sudah Bermasalah

Sebelumnya, dalam ILC tvOne, Selasa 21 April 2020, ekonom senior Rizal Ramli menyebut kalau masalah ekonomi Tanah Air sudah bermasalah sebelum wabah virus corona atau covid-19 terjadi. Hal ini diketahui dari kajian yang dia lakukan.

"Sebelum ada corona ekonomi (kita) sudah masalah. Tahun 2017, 2018, 2019," kata dia dalam ILC tvOne, Selasa 21 April 2020.

Bahkan, berdasar hasil wawancara dengan beberapa pihak yang pernah mengalami krisis tahun 1998, apa yang terjadi saat wabah virus corona ini dirasa lebih parah. Menurut Rizal, pemerintah menutupinya seoalah-olah baik-baik saja karena melakukan pinjaman. Padahal akibatnya utang Indonesia jadi makin parah. 

"(Saya tanya kata mereka tahun 1998) Kita tutup buka lagi tapi enggak hancur kaya gini. Tapi, seolah-olah ada stability didoping pinjaman dengan bunga yang banyak. Seolah-olah ada kesan semua oke. Tapi utang luar negeri besar sekali," katanya.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini, pemerintah sesumbar karena mengklaim Corona belum masuk ke Tanah Air pada Januari. Bukannya mempersiapkan amunisi untuk mencegah corona, pemerintah disebutnya malah asik sibuk saling bantah. Padahal ada penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran di Tanah Air kalau corona sudah masuk Indonesia saat itu.

"Kehilangan 2 setengah bulan berharga (untuk) bantah-bantahan (corona sudah masuk atau belum). Pejabat kita paling doyan yang bener dibantah," katanya lagi. 

Kritik Keras

Sementara itu, Prof. Didik Rachbini memberikan kritik yang cukup keras terhadap gaya penanganan dan penanggulangan pandemi COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah. Bahkan, menurutnya pemerintah menjadi masalah kedua setelah covid-19. Dalam hal ini, ia menilai kebijakan pemerintah dalam menghadapi covid-19 sangat membingungkan. 

Menurutnya, dalam situasi kritis seperti ini kepemimpinan (leadership) menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan dampak-dampak ikutannya. Sayangnya, menurut Didik kepercayaan (trust) kepada pemerintah sudah tidak ada.

Ia menambahkan, bahwa krisis akibat pandemi ini berbeda dibandingkan krisis-krisis sebelumnya. Menurutnya, krisis ekonomi tahun 1998 hanya menyelesaikan dampaknya, karena masalahnya sudah selesai. Namun, saat ini antara masalah dan dampaknya terjadi secara bersamaan. Hal ini membuat bangsa ini diliputi dengan ketidakpastian. 

Untuk itu, Didik menyarankan lebih baik bangsa Indonesia untuk sementara ini lebih memfokuskan diri terlebih dahulu pada masalah ketahanan hidup (survival). 

Didik menyarankan untuk memperhatikan tiga hal, yakni pasar (market), negara dan sifat altruisme warga. Menurutnya, ketiga hal tersebut memiliki peran yang paling utama bagi kehidupan masyarakat selama masa pandemi. Dalam hal ini, aktivitas pasar harus tetap dijalankan, namun dengan menggeser medianya dari infrastruktur fisik menjadi infrastruktur digital. Normalitas baru (the normal) akan berkonsekuensi pada efisiensi dalam kegiatan ekonomi.

Mengkhawatirkan

Sementara itu, Muhammad Misbakun, anggota DPR mengatakan, krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 saat ini lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan krisis-krisis ekonomi yang terjadi sebelumnya. Hal ini karena yang terkena hantaman dari krisis ini adalah supply and demand secara bersamaan. 

Krisis ini kemudian menghasilkan the winner sector dan the looser sector. Dalam hal ini, banyak sektor yang colaps seperti pariwisata, perhotelan dan konstruksi. Namun, yang paling menderita adalah UMKM. Pukulan di sektor riil tersebut berakibat pula pada hantaman terhadap sektor perbankan. Menurutnya, situasi ini merupakan ujian bagi seorang pemimpin untuk membawa negara ini agar mampu keluar dari krisis. 

“COVID-19 memang telah berdampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan, terutama sosial-ekonomi. Meskipun demikian, situasi tersebut harus dijadikan sebagai peluang dan momentum untuk membangun kemandirian ekonomi dengan dukungan kekuatan modal sosial yang dimiliki oleh umat. Saya menghimbau kepada segenap anggota KBPII di seluruh tanah air untuk ikut berkontribusi dan berjuang bersama dalam menyelesaikan krisis sosial-ekonomi tersebut,” ujar Misbakun.



#Corona #covid-19 #ekonomi #dahlaniskan #rizalramli #jokowi

Komentar Anda
Komentar