Hello,

Reader

Fidikom UIN Jakarta Gelar Webminar Nasional Bertajuk Dakwah Virtual, Telaah Etnografi Digital
Webminar nasional yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta. Foto: Ist
Fidikom UIN Jakarta Gelar Webminar Nasional Bertajuk Dakwah Virtual, Telaah Etnografi Digital

Jakarta, HanTer - Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Jakarta menggelar webminar nasional bertajuk Dakwah Virtual, Telaah Etnografi Digital. Acara ini diinisiasi Laboratorium Fidikom UIN Jakarta.

“Webminar ini diikuti oleh 96 partisipan seluruh Indonesia, dan cukup mendapatkan antusias dari peserta. Ini juga dalam rangka milad Fidikom ke-30,” ujar Dekan Fidikom UIN Jakarta, Suparto, PhD dalam pernyataan tertulisnya.

Narasumber kegiatan ini Moch Fakhruroji (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Wahyuddin Halim, (UIN Alaudin Makassar), Rully Nasrullah (UIN Jakarta), dan dimoderatori Fita Fathurokhmah (UIN Jakarta), dan diukung oleh Ketua Laboratrium Fidkikom UIN Jakarta Ade Masturi.

Pesertanya dari STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi, Jatim, UIN Suska Riau, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Kudus, IAIN Kendari, IAIN Pekalongan, FDK Unisnu Jepara, Universitas Negeri Medan, dan kampus lainnya.

Wahyuddin Halim menjelaskan, Etnografi merupakan salah satu metode penelitian kualitatif dimana peneliti berpartisipasi dengan yang sedang diteliti Fokus dari penelitian ini adalah budaya penggunaan media online. Disimpulkan etnografi internet itu memindahkan cara kerja secara normal pada konteks internet atau digital.

Wahyuddin memberikan contoh hasil penelitiannya berjudul Young Islamic Preachers on Facebook: Pesantren As’adiyah and Its Engagement with Social Media yang meneliti tentang bagaimana paparan dan keterlibatan media sosial telah memengaruhi kehidupan keagamaan, tradisi pesantren yang sering dikaitkan dengan konservatisme.

Moch.Fakhruroji menjelaskan, kajian dakwah virtual tidak hanya dapat digunakan dengan metode etnografi saja, tetapi dapat digunakan juga dengan metode lain. Misalnya metode netnografi.

“Ada banyak istilah digunakan dalam menyebut fenomena munculnya pesan-pesan agama di internet, ada cyber-religion, digital religion yang kemudidan dispesifikan menjadi istilah online religion. Internet sebagi ruang publik/public sphere Islam dengan penggunaan internet sebagai sarana penyajian pengetahuan Islam yang berimplikasi pada kemunculan Pratik dakwah Islam secara online,’ jelas Fakhruroji.

Rully Nasrullah menjelaskan tentang Digital Research for Digital Culture, riset di internet ditemukan kesalahan umumnya adalah melakukan riset di internet dengan realitas baru, namun melakukannya dengan perangkat analisis yang muncul sebelum internet.

“Harusnya analisis media siber bisa dilakukan dengan level 1). Ruang media (media space) objeknya adalah struktur perangkat media dan penampilan, 2).Dokumen media (media archive) objeknya isi dan aspek pemaknaan teks/grafis, 3). Objek media (media object), interaksi yang teradi di media siber, 4). Pengalaman (experiential stories) yaitu motif, efek, manfaat atau realitas yang terhubung secara offline maupun online.” 





#FidikomUIN

Komentar Anda
Komentar