Hello,

Reader

Rakyat Gumregah Untuk Keselamatan Bangsa dan Keberlanjutan Negara
Rakyat Gumregah Untuk Keselamatan Bangsa dan Keberlanjutan Negara

Oleh: dr Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, (Presiden Gumregah Nusantara)

Marilah kita selalu mensyukuri anugerah Tuhan yang maha kuasa, Allah SWT., hanya atas kehendak dan ridho-Nya lah pada malam berbahagia ini, malam ke-26 Ramadhan 1441 H, 18 Mei 2020, hari Senin, kita semua masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk bersilaturahim ditengah segala keterbatasan yang dialami seluruh rakyat dan bangsa Indonesia hari ini.

“Bersyukur merupakan sebuah jalan yang terbaik untuk membangun sebuah optimismme menatap kehidupan yang lebih baik ke depan, lebih sejahtera secara berkeadilan”.

Pada malam hari ini, Senin, 18 Mei 2020 bertepatan malam 26 Ramadhan 1441 H, selaku Presiden Gumregah Nusantara, kami, dr. Ali Mahsun Atmo, M Biomed memohon do’a restu, ijin, ijazah dan dukungan kepada segenap pemangku kepentingan di republik, para pekerja informal, pelaku ekonomi rakyat (petani, nelayan, pedagang, buruh, ojek, sopir, becak, TKI, pengrajin, pekerja RT, home industri, tukang/kuli bangunan, pemulung, dan lainnya) dan generasi penerus bangsa (pemuda, mahasiswa, pelajar, siswa), tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya dan peradaban, cendekiawan, intelektual, para aktifis, dan pemangku kasultanan / kerajaan diseluruh tanah air, dan pemangku republik dari presiden, gubernur, bupati, walikota hingga lurah, kepala desa, RT dan RW dimanapun kalian berada untuk menyampaikan sebuah hal yang sangat mendasar “RAKYAT GUMREGAH SELAMATKAN BANGSA!!!”

Saya mengikuti, menjalani, mendengar, melihat dan mendapatkan laporan dari 34 propinsi seluruh tanah air atas hal-hal yang terjadi selama dua tiga bulan terakhir yang teralami 267 juta rakyat dan bangsa Indonesia akibat adanya wabah corona.

Selama dua bulan terkahir ini hampir seluruh rakyat berada dirumah, stay at home untuk melawan dan mensikapi adanya wabah virus corona. Tentunya, siapapun, baik rakyat jelata, pekerja, karyawan, pegawai negeri, presiden, gubernur, walikota memiliki hal yang sama pada saat stay at home atau berada dirumah dalam jangka waktu yang panjang.

Tentunya berbagai yang teralami akan dilakukan sebuah introspeksi diri, direnungi, diselami, dan pada ujungnya timbul dan lahir sebuah kesadaran secara utuh dan menyeluruh yang menimbulkan sebuah kobaran api semangat yang sangat kuat untuk kebangkitan. Untuk itu pada malam hari ini saya menyampaikan GUMREGAH RAKYAT SELAMATKAN BANGSA INI.

Dalam menghadapi wabah corona yang sudah dua tiga bulan teralami di negeri ini tentunya kita harus mengambil sikap arif dan bijaksana. Terus menerus menaburkan sebuah ketenangan dan kedamaian.

Dan tentunya secara terus menerus pula kita berusaha dan berdo’a, serta tawakkal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. RAKYAT GUMREGAH, rakyat akan mendapatkan sebuah anugerah baru dari Tuhan, akan mengalami sebuah kesadaran secara utuh dan menyeluruh, sebuah kobaran api semangat yang sangat kuat untuk kebangkitan.

RAKYAT GUMREGAH, kebangkitan untuk menyelamatkan jiwa. Sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945. Kebangkitan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Untuk menggerakkan kembali usaha, pekerjaan dan ekonomi rakyat. Untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional, serta untuk mempertahankan keberlanjutan tata kelola bangsa dan negara kita.

Bangsa kita adalah bangsa terbesar didunia, lebih dari 750 suku bangsa yang memiliki rasa sepenanggungan dan seperjuangan untuk menggapai cita-cita bersama.

Bangsa kita bangsa terkuat didunia, bangsa ayam jago tanah yang lebih memilih untuk gugur di medan perang daripada pulang kewirangan dan kehilangan harkat dan martabat kemanusiaan. Negeri kita adalah terkaya didunia, tersubur dan paling strategis berada di zamrud khatulistiwa.
Apapun ditanam di negeri ini tumbuh subur hijau royo-royo yang semestinya menjamin kebutuhan pangan dan gizi seluruh rakyatnya. Kandungan alam bumi dan lautan Indonesia adalah kaya raya dan melimpah yang seharusnya menjamin harkat dan martabat seluruh rakyat dan bangsanya.

Indonesia sebuah negara yang berada di zamrud khatulistiwa yang paling strategis dalam kancah perdaganagam global. Oleh karena itu, RAKYAT GUMREGAH RAKYAT OPTIMIS untuk tetap berada pada cita dan harapan ke depan menggapai kehidupan yang lebijh sejahtera secara berkeadilan.
Dalam menghadapi wabah corona yang dampak ekonominya sangat buruk, bersifat sangat mendalam dan panjang tentunya harus ada sebuah keselarasan, kebersamaan, kesahajaan dan dan kejujuran khususnya terkait dengan ambruknya ekonomi rakyat diseluruh tanah air.

Oleh karena itu, selaku Presiden Gumregah Nusantara yang memiliki visi besar menghantarkan rakyat dan negeri ini menggapai tata kehiudpan yang adil, makmur dan adidaya. Yang memiliki amanah Panca Misi Agung, mendampingi pelaku ekonomi rakyat sehingga usaha, pekerjaan dan ekonominya maju, berkembang dan unggul, hidupnya sejahtera secara berkeadilan, mendampingi generasi penerus bangsa untuk tercetak sebagai kader pemimpin bangsa yang handal dan unggul, merawat, melestarikan dan mewujudkan tatanan nilai, budaya dan peradaban bangsa, serta menghadirkan Tuhan, mengedepankan toleransi, dan mencegah konflik antar / internal umat beragama, serta menghadirkan keseimbangan keberadaan Tuhan, rakyat, alam semesta, dan tatanan nilai, budaya dan peradaban bangsa dalam tata kehidupan bermasyakarat, berbangsa dan bernegara.

“BANGSA ini harus diselamatkan. NEGARA ini harus berlanjut. Untuk menggapai cita-cita pembukaan UUD 1945”. Saya mendengar dan menyaksikan adanya berbagai hal yang belum sesuai dengan harapan seluruh rakyat dari apa yang terjadi akibat dampak wabah corona.

Oleh karena itu, keselamatan bangsa ini, keselamatan jiwa rakyat, keselamatan ekonomi rakyat, keselamatan ekonomi bangsa, keselamatan negara kita semuanya ada ditangan rakyat. Rakyat harus bangkit. Rakyat harus menjalani sebuah kebangkitan untuk menatap kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera secara berkeadilan.

Pada kesempatan berbahagia ini, selaku pribadi, selaku warga negeri RI, dan selaku Presiden Gumregah Nusantara memohon dengan hormat dan penuh rasa rendah hati kepada seluruh rakyat dibumi nusantara ini.
Pertama, mari kita semuanya tetap optimis, dan bangkit dari sebuah keterpurukan, esok lebih baik dari hari ini, dan kita akan bersama-sama secara sahaja menggapai harapan dan cita-cita hidup.

Kedua, mari kita semua untuk bersikap arif dan bijak selalu menaburkan ketenangan, kedamaian, kerukunan dan kebersamaan, serta kesahajaan dan kejujuran dalam menghadapi dampak ekonomi wabah corona yang sangat buruk, mendalam dan panjang.

Untuk itu kita harus selalu membangun kebersamaan, gotong royong dan saling berbagi. Yang mampu / kaya saatnya bersedekah kepada yang membutuhkan tanpa memandang asal muasal dan latar belakangnya. Kita sudah memiliki Ke-Bhineka-an Tunggal Ika.

Ketiga, mari kita selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta mentaati apa yang telah menjadi garis kebijakan negara dalam menghadapi wabah corona.

Ke-empat, Gumregah Nusantara selalu hadir untuk mendampingi rakyat. Insya-Allah dalam waktu dekat kita berikan stimulus, insentif dan fasilitas produktif usaha, pekerjaan dan ekonomi rakyat. Kita tidak ingin ekonomi rakyat terpuruk dalam waktu yang panjang.

Mata pencarian rakyat harus segera bangkit kembali agar tidak terjadi kelaparan dan kemiskinan secara massal dan masif. Kita tidak ingin negeri ini mengalami krisis yang lebih buruk dari krisis 1997/1998. Bahkan kita semua juga tidak ingin negeri ini mengalami krisis yang lebih buruk dibandingkan krisis 1965. Oleh karena itu, RAKYAT harus GUMREGAH.

Kita semuanya harus kembali pada kehidupan dekat sama alam semesta. Kita semuanya, seluruh rakyat dan bangsa kita diseluruh tanah air harus selalu mengedepankan sebuah keselamatan jiwa kita, ketercukupan pangan dan bergeraknya kembali ekonomi dan mata pencarian untuk menghidupi keluarga kita, dan untuk mensekolahkan anak-anak kita generasi penerus bangsa.

Oleh karena itu, pertama, saya mohon seluruh rakyat tetap optimis, tetap memiliki motivasi dan semangat yang kuat untuk menghadapi wabah corona. Ekonomi rakyat harus digerakkan kembali dan kecukupan pangan harus di atas kaki kita sendiri. Untuk itu, saya minta seluruh rakyat di tanah air untuk KEMBALI BERTANAM BETERNAK PANGAN RAKYAT DI KEBUN KITA SENDIRI. Dimasa kecil kita dulu dikebun orang tua kita ada tanaman ubi-ubian. Ada tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan bahkan ada cabe rawit. Juga ada tanaman yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan kita semisal Laos dan lainnya.

Menanam dan beternak pangan rakyat dikebun sendiri merupakan sebuah langkah yang harus dilakukan seluruh rakyat untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari, serta menggindarkan negeri ini dari krisis pangan yang mengancam di depan mata kita.

Kedua, sebagaimana disampaikan oleh pemerintah melalui Ketua Gugus Tugas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, bagi saudara-saudara yang umurnya dibawah 45 tahun bergegaslah berkebun kembali. Bergegaslah ke sawah kembali.

Bergegaslah ke laut mencari ikan. Bergegaslah untuk berdagang / berjualan. Bergegaslah bekerja dan masuk sebagai karyawan di kawasan industri dan pabrik-pabrik sehingga roda ekonomi bisa berputar kembali, daya beli rakyat terdongkrak, dan fase kedaruratan wabah corona bisa diselesaikan dalam tempo yang tidak panjang.

Ketiga, soal bansos, saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia, kita harus mandiri karena negara tidak mungkin memberikan bantuan sosial dalam waktu yang cukup panjang.

Hari ini saya dapat informasi Menteri Keuangan RI menyampaikan bahwa deficit APBN RI bisa mencapai 6,7% dari Produk Nsional Bruto (PDB) atau 1.028 trilyun rupiah.

Oleh karena itu, keberadaan bansos kita harapkan hanyalah bersifat sementara Kemandirian kita semua untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari hari dan membiayai sekolah anak anak generasi penerus bangsa ditumpuhkan pada berjalannya roda ekonomi rakyat diseluruh tanah air.

Oleh karena itu, kepada pelaku ekonomi rakyat, bergegaslah untuk bekerja kembali, bergegaslah untuk berdagang / berjualan kembali untuk menghidupkan usaha sehingga roda ekonomi berputar secara efektif untuk ke depan.

Kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, agama, budaya dan peradagan, toko perduruan tinggi dan kekuatan elemen bangsa liannya, kita semua berharap, kita bahu membahu untuk memberikan kemanfaatan yang terbaik kepada seluruh rakyat dan bangsa kita.

Kepada Pemerintah RI, Kepada Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara RI, berikan yang ternbaik berapapun juga yang harus dibayar negara ini “Asal jiwa rakyat selamat, pangan rakyat tercukupi secara berkeadilan, sehingga di negeri ini tidak terjadi krisis pangan, roda ekonomi rakyat segera berputar secara efektif, roda perekonomian nasional segera bisa bangkit dari keterpurukan, dan keberlanjutan tata kelola bangsa dan negara ini terjamin oleh Presiden sebagai Kepala Negara RI.

RAKYAT GUMREGAH selamatkan bangsa ini untuk masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera secara berkeadilan.

Kita mampu asal mau. Sekali optimis tetap optimis. Introsepeksi diri adalah sikap yang paling bijak dalam menghadapi segala hal yang kita alami hari ini dan ke depan. Kita tidak perlu menghabiskan energi untuk mencari kambing hitam, juga untuk mencari siapa yang salah.

Yang paling penting hari ini adalah mari kita bangun RAKYAT GUMREGAH selamatkan bangsa di atas sebuah keselarasan, kebersamaan, kesahaajan dan kejujuran kita semua. Insya-Allah Tuhan Yang Maha Jaiz segera menyudahi wabah corona, dan kita akan melawan corona secara mandiri di atas kaki sendiri.


#Corona #covid-19 #psbb #jakarta #lebaran #puasa #ramadhan

Komentar Anda
Komentar