Hello,

Reader

5 Juni PSBB di Jakarta Berakhir, Warga Bisa Beraktivitas Kembali
5 Juni PSBB di Jakarta Berakhir, Warga Bisa Beraktivitas Kembali

Tetap Mengedepankan Protokol Kesehatan

Jakarta, HanTer - Pada 4 Juni 2020 DKI Jakarta keluar dari fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai dari 22 Mei lalu. Dengan demikian, pada 5 Juni 2020 warga Jakarta bebas melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas. Namun harus tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. 

“Alhamdulillah…Jakarta keluar dari PSBB, warga bebas melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas. Namun tetap pakai masker, jaga jarak dan mematuhi protocol kesehatan,” kata Ahmad Farhan, warga Cililitan, Jakarta Timur. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh warga ibu kota lebih disiplin dalam menjalani PSBB periode ketiga atau yang disebutnya sebagai PSBB penghabisan.

"InsyaAllah setelah dua minggu ini kita bisa keluar dari fase PSBB. Ini insyaAllah bisa menjadi fase terakhir PSBB kita," kata Anies saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (19/5/2020).

"Sesudah itu, kita akan bisa kembali berkegiatan dengan meningkatkan kewaspadaan. Ada protokol yang harus diikuti, seperti menggunakan masker, cuci tangan rutin, jaga jarak," tambah Anies.

Karena itu, kata Anies, fase ketiga PSBB merupakan masa penentuan apakah DKI kembali memperpanjang PSBB berikutnya atau tidak. Anies meminta, selama PSBB ketiga, warga lebih waspada terhadap penularan virus Covid-19, dan bila merasakan gejala sakit Covid-19 hendaknya melapor kepada petugas.

"Ini adalah masa menentukan. Apakah kita akan rata (kasus stagnan), apakah (kasus) kita akan naik, atau (kasus) apakah kita akan turun. Bila kita dua minggu ke depan, sama-sama disiplin berada di rumah, menghindari kerumunan, menghindari interaksi, maka insyaAllah angka reproduksi (R0) Covid-19 akan turun," jelasnya.

Menurutnya, bila hal itu dilakukan dengan baik tentu Jakarta bisa memasuki babak baru yakni New Normal. Kondisi di mana aktivitas berjalan normal, namun harus mendepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Orang biasa mengistilahkan new normal. Bukan kembali seperti yang kemarin, tapi normal yang baru. Tapi bila dalam dua pekan ke depan, kita merasa sudah selesai PSBB-nya, merasa dilonggarkan, bakal ada potensi angka reproduksi akan naik lagi," imbuhnya.

Harus Kompak

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna, meminta ketika PSBB Jakarta diperpanjang, tiga pemerintah provinsi, yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, harus kompak dalam mengatur PSBB. Menurutnya, jika aturan di tiga wilayah bersinergi dan tidak ada perbedaan, masyarakat tidak akan mengalami kebingungan.

Sebab, pergerakan orang dari Jabodetebak masih tinggi selama pemberlakuan PSBB. "Contohnya Banten masih mengizinkan warganya naik KRL dan tidak meminta KRL disetop. Tetapi pemerintah daerah Bekasi dan Bogor justru meminta agar KRL disetop," tutur Yayat di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

"Juga perihal ojek. Pemprov DKI tidak mengizinkan ojek mengangkut penumpang. Tetapi justru Pemprov Jawa Barat masih menginginkan ojek mengangkut penumpang. Perbedaan ini terlihat kecil tapi bisa membuat masyarakat bingung soal implementasinya," pungkas Yayat.

Harus Konsisten 

Terpisah, Wakil Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah konsisten dan tidak bersikap ambigu dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Terjadi pemandangan yang memprihatinkan menjelang Lebaran ini. Pemerintah menegaskan belum ada pelonggaran kebijakan, tetapi keramaian dan kerumunan orang terus saja terjadi," ujar Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa.

Laporan berbagai pihak, kata dia, menyebutkan sejumlah tempat, seperti ruas jalan dan pasar semakin ramai di tengah wabah COVID-19. Politikus Partai NasDem tersebut menilai kondisi seperti ini justru membingungkan sebagian masyarakat.

Menurut Rerie, kalau memang belum ada pelonggaran kebijakan, pihak aparat yang berwenang seharusnya bisa langsung menertibkan. Namun kenyataannya, jelas Rerie, sejumlah tempat termasuk ruas jalan di Jakarta mulai dipadati kendaraan, seperti Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.


#Corona #covid-19 #psbb #jakarta

Komentar Anda
Komentar