Hello,

Reader

Stop Pelatihan Online Kartu Pra Kerja, Ganti Bansos Sembako dengan Bantuan Tunai
Stop Pelatihan Online Kartu Pra Kerja, Ganti Bansos Sembako dengan Bantuan Tunai

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dipatok Rp. 641,17 triliun. Bansos dilanjutkan hingga Desember 2020 dan diskon listrik hingga September 2020.

 

Kedua program tersebut memperoleh alokasi anggaran Rp. 174,1 triliun.

 

Program Bansos meliputi PKH, Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, sembako dan bantuan tunai.

 

*Patut diingat bahwa anggaran tersebut berasal dari hutang. Oleh karena itu penggunaannya harus efektif dan bisa dipertanggungjawabkan.*

 

Sehingga perlu ada evaluasi total atas pelaksanaan Bansos selama ini.

 

Pertama, soal program Kartu Pra Kerja. Pelatihan online yang menjadi syarat program Kartu Pra Kerja sebaiknya dihilangkan saja. Pelatihan online tidak memberi dampak peningkatan skill.

 

Pelatihan onile hanya menghambur-hamburkan uang negara dan menguntungkan segelintir orang.

 

Anggaran Rp. 1 juta  per peserta sebagai biaya pelatihan online bisa dialihkan untuk memperbanyak peserta program Kartu Pra Kerja.

 

Toh, pada waktu kampanye dulu, Presiden Jokowi hanya menjanjikan Kartu Pra Kerja. Tidak ada janji mengadakan pelatihan online.

 

Kedua, sebaiknya bansos diberikan dalam bentuk uang tunai saja. Tidak perlu sembako lagi. Sembako cenderung menguntungkan para pemasok/rekanan saja alias pengusaha besar.

 

Sementara bila diberikan dalam bentuk tunai, maka bisa dibelanjakan ke warung-warung kecil di lingkungan penerima bansos. Ekonomi rakyat kecil pun turut menggeliat.

 

Ketiga, diskon listrik perlu diperluas. Saat ini baru berupa penggratisan untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen bagi sebagian pelanggan 900 VA. Idealnya, seluruh pelanggan 900 VA dapat diskon 50 persen. Karena kelompok ini rentan menjadi miskin akibat dampak Covid-19.

 

Terakhir, KPK harus makin waspada. Pihak-pihak yang diduga meraup keuntungan pribadi dari program Bansos harus ditindak tegas sesuai janji KPK.

 

Oleh: Sya'roni, Aktivis PRIMA, (Perhimpunan Masyarakat Madani)


#Corona #covid-19 #bansos

Komentar Anda
Komentar