Hello,

Reader

Meski Akan Dibuka, Warga Belum Tertarik ke Mal 
Presiden Joko Widodo saat berada di Mal Summarecon
Meski Akan Dibuka, Warga Belum Tertarik ke Mal 

Takut Tertular Virus Corona

Sejumlah mal di Jakarta rencananya akan kembali beroperasi secara bertahap mulai Jumat, 5 Juni 2020.

Meski akan dibuka kembali, sejumlah masyarakat mengaku belum tertarik untuk menjejakkan kaki ke pusat perbelanjaan karena mengkhawatirkan tingginya risiko penularan Virus Corona jenis baru atau COVID-19 itu.

Indah Melati (23) mengaku belum tertarik ke mal kalau baru dibuka tanggak 5 Juni. Soalnya mal pastu ramai orang. Mungkin menunggu 2 minggu setelah dibuka. “Jadi  saya melihat situasi dulu. TSupaya aman tentu selalu pakai masker, sarung tangan dan jaga jarak,” kata Melati, warga Pondok Gede.

Erlina (37), warga Kebon Nanas Jakarta Timur juga menyatakan tidak akan ke mal dulu untuk menghindari kerumunan. “Gak ah…nunggu beberapa minggu baru ke mal. Kan sudah mulai sepi tuh….” ujarnya.

Anisa (22), warga Kp Melayu Jakarta Timur juga belum tertarik berkunjung ke mal. Alasanya takut tertular virus corona. “Ntar, ntar aja deh kalau covid sudah berkurang. Kan lebih aman,” kata Anisa.

Ayu (27), mengaku tak tertarik dengan rencana pembukaan mal, meski diakuinya berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring cukup menguras kantong.

"Enggak begitu tertarik (ke mal), kecuali ke supermarketnya karena memang kalau belanja kebutuhan sehari-hari online terhitung agak mahal," kata pekerja kantoran itu.

Sementara Arief (33), karyawan perusahaan IT, juga mengaku tak tertarik berkunjung ke mal karena merasa cenderung lebih boros secara waktu dan biaya dibanding dengan yang saat ini dilakukan secara daring.

"Kalau ke mal malah cenderung banyak beli yang diinginkan, bukan yang dibutuhkan. Kalau memang serius mau new normal seharusnya aktivitas ke mal juga ada konsep new normal-nya," ungkapnya dilansir Antara.

Ada pun Toro (36) mengaku rindu dengan suasana coffee shop yang kerap ia datangi di tengah kesibukannya sebelum pandemi melanda. "Kalau aku butuhnya coffee shop sih," katanya seraya menambahkan belum tertarik ke mal dan mungkin akan meneruskan kebiasaan meracik sendiri kopinya.

Sedangkan Galih (26), mengaku biasa saja dengan rencana pembukaan mal di Jakarta. Selain mengaku tidak terlalu suka ke pusat perbelanjaan tapi keperluan khusus, ia juga menyebut tak ada urgensi dari pembukaan mal di tengah pandemi.

"Enggak ada urgensi buat ke mal sekarang, jadi ya biasa saja," katanya.



#Corona #covid-19 #newnormal #jokowi #mal

Komentar Anda
Komentar