Hello,

Reader

Tempat Ibadah Berisiko Tinggi Penularan Corona
Tempat Ibadah Berisiko Tinggi Penularan Corona

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tempat ibadah di Ibu Kota memiliki risiko tinggi sebagai lokasi untuk penularan infeksi Virus Corona COVID-19 jika tidak dikelola dengan baik dan disiplin.

"Tempat berkumpulnya orang menjadi salah satu tempat berisiko bagi penyebaran wabah. Selain pusat kegiatan ekonomi, sosial, olahraga, tak terkecuali tempat ibadah juga memiliki risiko apabila tidak dikelola dengan baik dan disiplin," tulis Anies dalam seruannya, di Jakarta, Kamis.

Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 dalam Kegiatan Peribadatan itu, adalah dalam usaha penguatan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu akan menentukan apakah Jakarta bisa kembali berkegiatan secara aman, sehat dan produktif, atau harus kembali kepada pengetatan segala kegiatan umum.

"Oleh karena itu, kami serukan kepada saudara-saudara semua untuk memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan di rumah ibadah dengan sangat serius. Semoga Allah SWT merahmati Kota Jakarta dan melindungi kita," ucap Anies.

Ancam Ditutup

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengancam akan menutup pusat perbelanjaan jika pengelola tidak mematuhi aturan mengenai jumlah pengunjung selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Di depan pintu masuk ada QR code, dimana pengunjung harus scan, dihitung jumlahnya," kata Anies saat meninjau salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, Kamis dilansir Antara.

Pemprov DKI Jakarta merencanakan membuka pusat perbelanjaan pada 15 Juni 2020. Namun Anies mengatakan, pengelola harus bisa mengawasi jumlah pengunjung tidak lebih dari 50 persen.

"Kami akan mengawasi, bila sampai ambang batas jumlah pengunjung terlewati, akan ditegur," ujar Anies. Apabila teguran pertama tidak diindahkan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan teguran kedua.

Penutupan terhadap mal yang pengunjungnya melebihi 50 persen baru akan dilakukan apabila teguran kedua kembali tidak diindahkan. "Bila ditegur dua kali, tetap melanggar, maka akan ditutup sementara," kata Anies.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan bahwa 80 mal dan pusat perbelanjaan yang ada di DKI Jakarta akan mematuhi aturan yang ada.

Kepatuhan itu sebagai pemenuhan tanggung jawab agar para pengunjung tetap bebas dari COVID-19.



#Corona #covid-19 #jakarta #masjid #mall

Komentar Anda
Komentar