Hello,

Reader

Gugus Tugas Temukan 160 Ribu Kasus Penjualan Sembako dan Alkes
Ilustrasi (ist)
Gugus Tugas Temukan 160 Ribu Kasus Penjualan Sembako dan Alkes

Jakarta, HanTer - Guna menanggulangi sebaran Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTTPC19), selama berlangsungnya pandemi, GTTPC19 juga telah melakukan upaya pengamanan dan penegakan hukum.

Langkah-langkah tersebut dilakukan di bawah koordinasi dari Subbidang Pengamanan dan Penegakkan Hukum GTTPC19. Pembentukan subbidang tersebut dipayungi dengan Keputusan Ketua GTTPC19 Nomor 20 Tahun 2020, tertanggal 22 Mei 2020.

Darmawan menambahkan, selama tiga bulan beroperasi, pihaknya telah melakukan banyak upaya pengamanan dan penindakan hukum.

Dalam operasi di lapangan, pihaknya menemui para pemudik dengan berbagai alasan. Ia mengatakan bahwa penindakan dilakukan, seperti angkutan travel sebanyak 637 kendaraan. Sedangkan perintah putar balik kendaraan mencapai 109.479 unit, baik roda dua, empat dan enam selama tiga bulan ini.

Mengenai penindakan umum, Darmawan mengatakan bahwa tindak pidana umum telah melakukan penyelidikan lebih dari 75.000 kasus, sedangkan untuk tindak pidana ekonomi lebih dari 150.000 kasus.

“Penjualan sembako dan alat kesehatan 160.000 kasus,” kata Darmawan saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta.

Pihaknya menindak berita-berita hoaks yang beredar di tengah pandemi. Berita hoaks yang berhasil diidentifikasi mencapai 137.829 kasus dan telah dilakukan penyelidikan Satuan Siber Polri sebanyak 130.680 kasus.

Pihak kepolisian telah menaham 17 tersangka dan saat ini sedang memproses 87 orang. Ini untuk kasus hoaks.

Jumlah kasus di atas merupakan akumulasi hasil pengamanan dan penindakan hukum, selama tiga bulan di seluruh Indonesia di masa pandemi Covid-19.



#Corona #covid-19 #psbb #jakarta #sembako #penimbunan #alkes

Komentar Anda
Komentar