Hello,

Reader

Gede Sandra: Saya Ragukan Kemampuan Sri Mulyani
Gede Sandra: Saya Ragukan Kemampuan Sri Mulyani

Jakarta, HanTer - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo berharap Menkeu Sri Mulyani dapat melakukan upaya-upaya inovasi baru untuk menyelamatkan kondisi fiskal dengan memperkecil utang luar negeri. 

"Saya mendorong untuk ditemukan upaya-upaya inovasi dan terobosan-terobosan baru dalam menyelamatkan kondisi fiskal dengan memperkecil utang luar negeri dan mencari sumber-sumber baru pemasukan," kata Ketua MPR Selasa (16/6) saat mengisi diskusi Webinar berjudul "Pandemi Covid-19 Di Mata Aktivis Lintas Generasi, Sudut Pandang Kini dan Mendatang" yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).

Mampukah Sri Mulyani menyelamatkan kondisi fiskal dengan memperkecil utang?  “Jujur, saya ragu akan kemampuan terobosan Menkeu Sri Mulyani. Mana mungkin beliau sanggup terpikir melakukan restrukturisasi dan renegosiasi utang. Toh menyelesaikan masalah yang lebih sederhana, seperti lambatnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 saja susah,: kata Gede Sandra, ekonom dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat kepada Harian Terbit, Rabu (17/6/2020).

Sebagai contoh, kata Gede Sandra,  belum lama ini dalam suatu konferensi pers Sri Mulyani mengakui, anggaran untuk kesehatan mencapai Rp87,55 triliun, namun baru tersalurkan atau terserap 1,54 persen. Kemudian anggaran perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun, baru terealisasi 28,63 persen.

Meski demikian, Gede Sandra menyatakan setuju dengan permintaan Ketua MPR, bahwa harus ada terobosan dalam penanganan utang luar negeri. Saat ini, ujarnya, suku bunga sudah sangat rendah, beberapa bahkan sudah di bawah 0%. 

“Dalam kondisi demikian, seharusnya MPR dapat mendorong Kementerian Keuangan untuk melakukan restrukturisasi bunga utang. Artinya melobi para investor besar untuk menukar surat utang Indonesia lama yang berbunga tinggi, dengan surat utang baru yang berbunga lebih rendah,” paparnya. 

Selain itu, lanjut Gede Sandra, pinjaman luar negeri juga saatnya direnegosiasi. “Kita dapat memanfaatkan isu lingkungan -perlindungan hutan- untuk mendapatkan pemotongan pinjaman ke negara-negara donor. Biasa disebut debt to nature swapt. Sama-sama untung. Indonesia untung karena utang berkurang, dunia untung karena "paru-paru"nya terjaga,” katanya.



#Menteri #ekonomi #srimulyani #jokowi

Komentar Anda
Komentar