Hello,

Reader

Sub Holding dan IPO, Bukankah Cinta Tak Selalu Memiliki? 
Ferdinand Hutahaen, Dir Eksekutif Energy Watch Indonesia 
Sub Holding dan IPO, Bukankah Cinta Tak Selalu Memiliki? 

Oleh : Ferdinand Hutahaea

Semakin ramai, semakin riuh, semakin kencang dan deras perdebatan soal Restrukturisasi Pertamina dengan Sub Holdingnya dan rencana IPO Sub Holding yang ditargetkan 2 tahun kedepan oleh Menteri BUMN Erick Tohir. Seru..!! Bahkan sambil tersenyum saya berkata aseekkkkkk...!! Hehehe boleh dong kita menikmati perdebatan ini?

Justru kita harus senang karena perdebatan bahkan penolakan ini ada karena cinta kepada Pertamina. Dan cinta itu masih dipahami harus memiliki bagai cinta Datuk Maringgih kepada Siti Nurbaya.

Suara penolakan itu terdengar indah dengan narasi-narasi nasionalis, patriotis atas nama kedaulatan. Bagus..!! Anak bangsa memang harus nasionalis, patriotis dan harus pro kedaulatan.

Yang tidak boleh adalah nasionalisme dan patriotisme yang salah makna dan kedaulatan yang salah memahami. Jangan lupa syair sebuah lagu, Cinta Tak Selalu Memiliki.

Jangan sampai kita memaksa anak orang untuk kita nikahi dan merasa kita miliki, hehehe betul apa betul?

Sengaja dalam tulisan ini saya mengajak para pemilik cinta kepada Pertamina untuk berlogika tapi bukan berperasaan. Logika harus didepan, barulah perasaan mengikuti. Bagi pemahaman saya dulu, wanita biasanya mengedepankan perasaan baru logika, tapi bu Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina membuat pemahaman saya ini gugur, ternyata wanita sudah banyak yang gunakan logika baru perasaan seperti halnya soal Sub Holding dan IPO Sub Holding Pertamina ini.

Saya tidak sedang memuji Nicke, hanya sedang memberi contoh aga para lelaki pemilik cita Pertamina itu bisa sedikit menggeser pemikirannya. Jangan marah duhai para pemilik cinta karena narasi ini adalah logika bukan soal perasaan.

Saya mengajak kita (kalau mau tentunya) untuk sedikit berlogika tentang kepemilikan dan kedaulatan. Saya tak perlu jauh-jauh mencari contoh, saya berikan contoh didepan mata kita semua, yaitu badan atau tubuh kita.

Adakah pemilik cinta kepada Pertamina yang bisa berikan saya jawaban apakah anda memiliki dan berdaulat sekaligus atas tubuh anda? Atau anda hanya memilikinya tapi tak berdaulat? Atau kita memang tak memilikinya tapi kita berdaulat?

Bagi saya yang juga seorang pemilik cinta kepada Pertamina, saya menjawab bahwa saya berdaulat atas tubuh saya, namun saya tak mampu menjawab apakah saya memilikinya atau tidak. Hehehe masuk ngga logikanya? Jangan putus dulu apalagi sebal, masih akan saya jabarkan kebawah.

Tubuh kita bisa kita kendalikan, kita perintah, kita atur dan kita manage semau kita. Bahkan kalau kurang cantik sudah bisa operasi plastik, begitu juga ingin lebih mancung sudah bisa kita mancungin. Itulah berdaulat, kendali total ada dikita.

Tapi apakah memiliki? Hmmmm bisa saja merasa iya bisa juga tidak tapi yang pasti kita berdaulat.

Bahkan soal nyawa ditubuh kita yang milik Tuhan bisa kita suruh pergi dan kita pisahkan dari badan kita dengan bunuh diri.

 Eitsss tapi jangan sampai ada yang bunuh diri, tak baik dan dosa. Itulah gambaran kedaulatan sesungguhnya.

Bagaimana kaitannya dengan Sub Holding Pertamina yang akan di IPO kan?

Sepanjang negara masih mengendalikan, masih mengontrol, masih memanage, maka kita tetap berdaulat. Apalagi ditambah kepastian masih memiliki karena tentu kepemilikan masih mayoritas saham. Sudahlah berdaulat,  memiliki pula. Kurang nikmat apalagi?

 Perusahaan dapat uang meski belum tentu juga dapat kalau IPO gagal. Tapi ada harapan untuk terus berkembang, maju tanpa merogoh dompet sendiri, mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu sejahtera bangsa dan negara.

Nikmatlahhhh..!! Lantas mengapa menolak sebuah kemajuan dan kenikmatan usaha? Hehehe apa yang salah? Logika dibungkam perasaan? Jangan turuti rasa-rasamu, turuti logika yang benar.

Tubuh atau badan kita yang kita berdaulat saja sudah kita IPO kan untuk menghasilkan uang. Kita melamar kerja, intrview dan dipanggil bekerja pada sebuah perusahaan, kita dibayar dan badan kita hampir jadi milik perusahan karena kita harus kengikuti aturan perusahaan. Tapi kita tetap berdaulat atas badan kita.

Setuju tidak dengan logika ini..?? Hehehehe selamat berlogika, tulisan ini harusnya masih panjang, tapi takut kepanjangan nanti kedaulatan berpikir anda memerintah badan anda untuk tidak membacanya. Jangan lupa, mencintai boleh, tapi cinta tak selalu memiliki..!! 

*) Dir Eksekutif Energy Watch Indonesia 



#FerdinandHutahaean #Pertamina

Komentar Anda
Komentar