Hello,

Reader

Pengamat: Pilkada di Tengah COVID-19 Rawan Politik Uang 
Pengamat: Pilkada di Tengah COVID-19 Rawan Politik Uang 

Makassar, HanTer - Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi COVID-19 akan mempermudah praktik politik uang.

"Bila kita melihat dari Pemilu kemarin, praktik uang sudah menjadi rahasia umum, meski sejauh ini penegakan pelanggaran itu telah dijalankan. Bagaimana dengan kondisi sekarang, menuju nomal baru. Masyarakat menunggu kandidat bergerak ke bawah, di situlah potensi money politik sangat besar,"ungkap Firdaus Muhammad saat diskusi virtual, Kamis (18/6/2020).

Menurut dia, ada 12 kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang melaksanakan Pilkada serentak termasuk Kota Makassar, sebagai ibu kota provinsi. Bila berkaca pada Pemilihan Legislatif 2019 lalu, banyak informasi bahwa caleg, baik terpilih maupun tidak, mengeluhkan anggaran habis untuk meraih dukungan pemilih.

Berdasarkan fakta di lapangan, seperti dilansir Antara, memang hal itu yang terjadi, adanya persaingan merebut pemilih hingga politik uang dilakukan dan itu sangat berpengaruh besar. Meskipun penegakan aturan dengan pengawasan ketat dilaksanakan pengawas pemilu, tetap saja ada lolos.

Sehingga bila melihat kondisi kekinian di tengah wabah Corona, ditambah ekonomi sedang terpuruk, menjadikan keadaan semakin sulit, ungkap dia dalam diskusi melalui virtual, maka politik uang ini akan tumbuh subur bila tidak segera diantisipasi sejak dini.



#Pilkada #KPU #Corona

Komentar Anda
Komentar