Hello,

Reader

Novel: Berangkatkan Jemaah Haji Dalam Jumlah Terbatas 
Novel: Berangkatkan Jemaah Haji Dalam Jumlah Terbatas 

Jakarta, HanTer - Arab Saudi mengadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan jumlah terbatas, yaitu jamaah dari berbagai macam negara yang berada di dalam negeri. Pelaksanaan ibadah haji tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah menjaga jarak.

Menanggapi hal ini, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni PA (212) Novel Bamukmin meminta pemerintah untuk memberangkatkan jemaah haji meski dalam jumlah terbatas. 

“Masih belum telat, masih ada waktu kurang lebih satu setengah bulan lagi. Upaya tersebut bisa digunakan untuk mempersiapkan jamaah haji yang terbatas. Oleh karena itu minimal 25 - 50 persen jamaah harus bisa berangkat mengingat antrian sudah lama dan panjang,” kata Novel kepada Harian Terbit, Selasa (23/6/2020).

Tentu saja, kata Novel, jemaag haji yang diberangkatkan taat akan protocol kesehatan. Apalagi pemerintah Saudi juga akan ketat menyeleksi calon jamaah yang akan masuk di Saudi Arabia. Sehingga Kemenag tidak bisa serta merta Covid-19 dijadikan alasan. 

“Apalagi Saudi Arabia juga sudah memperhitungkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan tamu - tamunya Allah. Saudi sebagai pelayan para tetamu Allah juga tidak akan memudharatkan para tetamu Allah," tandasnya.

Sorotan Dunia 

Sementara itu, Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj mengatakan, keputusan Arab Saudi tentu sebagai berita sangat positif karena selaras dengan kebijakan yang telah diambil oleh Menteri Agama yang telah lebih dahulu memutuskan tidak mengirim jamaah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 yang terbit tanggal 3 Juni lalu.

"Bahkan bisa menjadi tambahan argumentasi bagi pemerintah kepada mereka yang kecewa bahwa kehendak tidak mengirimkan jamaah haji bukan dari pemerintah disini, tetapi karena negara tuan rumah (Arab Saudi) yang mengambil keputusan menutup pintu bagi negara luar termasuk Indonesia," paparnya.

Dia meminta pemerintah RI melalui perwakilannya Kedutaan, Konjen dan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi tetap harus bertanggungjawab untuk melindungi WNI yang berada di sana yang hendak menunaikan ibadah haji dengan memberikan edukasi dan pelayanan agar ibadah yang mereka jalankan lancar, khusyuk dan terhindar dari ancaman penularan Covid-19. 

Diketahui Arab Saudi resmi membuka pelaksanaan ibadah haji 2020 ini dengan jumlah terbatas, yakni jemaah dari berbagai macam negara yang berada di dalam negeri. Pelaksanaan ibadah haji tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah menjaga jarak.

Mengapresiasi

Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi keputusan Arab Saudi yang membatasi jumlah jamaah yang boleh mengikuti ibadah haji tahun ini karena alasan keselamatan di tengah wabah COVID-19.

"Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriah/2020 Masehi," kata Fachrul kepada wartawan di Jakarta, Selasa.



#Haji #umrah #corona #saudi

Komentar Anda
Komentar