Hello,

Reader

Penting, Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan bagi Pelaku UMKM
Kepala Bidang Kepesertaan Khusus BPJAMSOSTEK Menara Jamsostek, Aris Setiawan saat mensosialisasikan manfaat program BPJAMSOSTEK kepada pelaku UMKM.
Penting, Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan bagi Pelaku UMKM

Jakarta, HanTer - BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menggelar sosialisasi dan edukasi manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2020).

Sekitar 30 pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Tebet dan Pancoran Jakarta Selatan menjadi peserta dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Seksi UMKM Suku Dinas Koperasi dan UMKM Jakarta Selatan, Andre dan Kepala Bidang Kepesertaan Khusus BPJAMSOSTEK Menara Jamsostek, Aris Setiawan.

“Sosialisasi ini kita lakukan untuk mengedukasi pelaku UMKM tentang pentingnya jaminan sosial dan manfaat perlindungan yang diberikan negara melalui BPJAMSOSTEK. Apalagi, pelaku UMKM juga tidak terlepas dari risiko-risiko pekerjaan,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Hadi Purnomo dalam kesempatan tersebut.

Diketahui, berdasarkan amanah undang-undang, BPJAMSOSTEK bertugas untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia melalui empat program yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kematian (JKM).

“Untuk UMKM yang wajib dua program, yaitu JKK dan JKM. Manfaat perlindungannya sama bagi seluruh peserta, jika terjadi kecelakaan kerja biaya perawatan dan pengobatan ditanggung penuh hingga sembuh tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis,” kata Hadi.

Selain itu, juga mendapatkan  manfaat bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa untuk 2 anak, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Sedangkan jika terjadi kematian bukan akibat kecelakaan kerja, akan mendapatkan santunan Rp42 juta naik dari sebelumnya Rp24 juta. “Berapapun penghasilannya, manfaatnya sama. Kalau santunan JKK memang bisa beda, tergantung besaran gaji yang dilaporkan dikali 48. Tapi untuk JKM, besaran santunan sama yaitu Rp42 juta, mau gaji Rp100 juta atau Rp2 juta, ya sama saja,” jelasnya

Dengan manfaat besar ini, Hadi mengimbau agar pelaku UMKM untuk tertib dalam membayarkan iuran. “Yang kita khawatir, dia sudah jadi peserta taunya hanya membayar sekali saat mendaftar, sehinggga saat terjadi risiko tidak mendapatkan manfaat perlindungan,” ucap Hadi.

Untuk membumikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan ini, Hadi menyatakan akan terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah (pemda) mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan yang memiliki pembina-pembina UMKM.

“Jadi kita upayakan melalui pembina nanti bisa mengedukasi melalui sosialisasi bersama BPJAMSOSTEK. Untuk yang sudah jadi peserta bagaimana iurannya lebih lancar lagi sehingga perlindungannya tidak hilang. Bagi yang belum peserta, bisa mendaftar dan kita akuisisi,” tandasnya.

Kepada peserta kegiatan sosialisasi kali ini, Hadii berharap informasi manfaat program bisa tersebar luas. Minimal, kata dia, kepada teman-teman pelaku UMKM, kerabat, hingga keluarganya.

Kepala Bidang Kepesertaan Khusus BPJAMSOSTEK Menara Jamsostek, Aris Setiawan menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini merupakan jaring pengaman jika terjadi risiko pekerjaan yang berpotensi muncul dikemudian hari. “Ini mencegah tenaga kerja jatuh miskin, atau bila keluarga yang ditinggalkan tidak terganggu secara ekonomi bila terjadi risiko pekerjaan seperti kecelakaan kerja,” katanya.

 

 



#bpjamsostek #umkm

Komentar Anda
Komentar