Hello,

Reader

DPRD Sarankan DKI Terapkan New Normal
Aktivitas warga di tengah pandemi COVID-19
DPRD Sarankan DKI Terapkan New Normal

Jakarta, HanTer - Kalangan DPRD DKI Jakarta kerap menyerukan penerapan new normal atau tatanan hidup baru di Ibukota meski masih dalam masa pandemi corona.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyetop kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota. Selanjutnya, DKI menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di masa pandemi corona.

Adapun diketahui pada akhir Juni 2020 ini merupakan waktu akhir penerapan masa transisi PSBB fase I.

Menurutnya, masyarakat tak perlu lagi takut terhadap virus corona. Saat ini masyarakat harus berani dan melawan COVID-19 dengan menaati protokol kesehatan, sambil menunggu vaksin corona.

"Secepatnya harus segera masuk new normal karena kita hidup di zaman COVID-19 yang belum ada vaksin. Menurut saya gak usah lah menutup-nutup, masuk saja ke new normal," kata Zita di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

Prihal masih bertambahnya jumlah kasus baru di Jakarta, kata Zita, hal itu merupakan sesuatu yang sangat wajar karena wabah corona sampai hari ini memang masih ada.

"Itu (Kasus, red) mah wajar. Karena kita hidup di era COVID-19. Kecuali kita hidup di era Non-COVID. COVID-19 nya ada, belum ada vaksinnya," terangnya.

Untuk itu, Zita mengimbau, kepada masyarakat untuk berani menghadapi penyakit corona dengan cara menjalankan protokol kesehatan.

"Jadi pasti bakal nambah, akan berkurang. Ya harus kita hadapi," tutupnya.

Protokoler Pencegahan

Anggota Komisi B DPRD DKI, M. Taufik Zoelkifli, meminta Pemprov DKI merespon usulan para pelaku ekonomi di tengah pandemi virus corona. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku mendapatkan banyak keluhan dari pelaku ekonomi yang berhenti berkegiatan selama wabah ini.

"Berbagai asosiasi dan industri datang ke kami. Mereka mengeluh, tapi juga mengajukan protokoler pencegahan Covid-19 di industri masing-masing," kata Taufik di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Salah satu protokol yang ditawarkan adalah penyelenggaraan pesta pernikahan yang aman dari penularan Covid-19. Selama masa pembatasan sosial ini pemerintah melarang sementara penyelenggaraan pernikahan yang mengundang keramaian.

Selain pernikahan, banyak pengusaha yang datang membawa usulan protokoler di restoran, salon, toko hingga cara berolah raga yang aman.

"Saya sangat mendukung usulan-usulan protokoler sektoral semacam itu, selain lebih spesifik tentu mereka lebih paham tentang masalah teknis di lapangan", ujarnya.

Taufik berharap, Pemprov DKI merespon dan mengakomodir usulan tersebut. Menurut dia kesuksesan PSBB transisi yang sekarang diterapkan adalah dengan protokoler pencegahan Covid-19 yang baik dan berhasil disosialisasikan ke masyarakat.

"Juga kedisiplinan dan kesabaran masyarakat menjalankannya," ujarnya.

Selain itu, ia meminta para kepala dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengundang para pelaku industri untuk bersama-sama menyusun protokol kesehatan pencegahan covid-19 di masing-masing industri.

"Sehingga diharapkan kita dapat segera beralih dari masa transisi kepada masa new normal," ucapnya.

Dukung Perpanjangan PSBB

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama 14 hari hingga 16 Juli 2020. Dengan begitu, aktivitas masyarakat di sejumlah tempat seperti kantor atau pusat perbelanjaan masih dibatasi.

Menanggapi keputusan tersebut, Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta setuju dengan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase II.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menilai kebijakan perpanjangan tersebut sudah tepat. Ia mengungkapkan, saat ini kondisi Covid-19 di Ibu Kota Jakarta masih berisiko dan belum memunculkan lompatan kasus corona.

"Kasus positif di DKI meningkat beberapa hari belakakangan. Meski penambahan tersebut akibat program active case finding yang diusung Pemprov DKI, NasDem tetap khawatir akan berisiko terjadinya gelombang kedua Covid-19," ungkapnya di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Wibi menuturkan, lebih baik mencegah terjadinya penularan daripada mengambil resiko besar dengan tidak membatasi aktivitas.

Legislator muda NasDem ini juga mengimbau warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah.

"Sebab Jakarta akan cepat masuk era kenormalan baru bila masyarakat menjadikan protokol keehatan sebagai kebiasaan dan budaya sehari-hari," terang dia.



#Corona #covid-19 #psbb #jakarta

Komentar Anda
Komentar