Hello,

Reader

Museum Rasulullah Menarik Wisatawan Dunia, Wakil Rakyat Dukung Reklamasi Ancol
Museum Rasulullah Menarik Wisatawan Dunia, Wakil Rakyat Dukung Reklamasi Ancol

Jakarta, HanTer - Langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengizinkan reklamasi perluasan kawasan Ancol mendapat dukungan berbagai kalangan. Dukungan juga datang dari para wakil rakyat. Di kawasan ini nantinya akan ada masjid terapung dan museum Rasulullah yang bisa menarik wisatawan dunia. Dampaknya akan menambah Pendapatan Asli Daerah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengaku setuju dengan langkah Gubernur Anies Baswedan yang mengizinkan reklamasi perluasan kawasan Ancol seluas 155 Hektar (Ha).

Gembong mengemukakan, pihaknya berniat akan membahas lagi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai payung hukum pembangunan reklamasi Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 Ha dan Dunia Fantasi (Dufan) 35 Ha.

Dia menegaskan, jangan sampai reklamasi justru mengorbankan Nelayan dan merusak lingkungan. "Ancol sehat apa tidak sih?. Kalau dia sehat, yah wajib melakukan pengembangan. Tetapi kalau kondisinya tidak sehat, kenapa tidak memaksimalkan yang ada dulu," kata Gembong di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Tapi Politikus PDI Pejuangan ini berpesan, agar kualitas pengembangan perluasan tempat rekreasi di Ancol dan Dufan itu harus yang terbaik di Asia Tenggara.

"Pengembangannya pun jangan ecek-ecek, kelasnya harus dinaikan supaya legacy pemerintah daerah sekarang lebih baik. Minimal Fraksi PDIP mendorong sekurang-kurangnya harus kelasnya terbaik di Asia Tenggara," pinta Gembong.

Sekarang ini yang paling penting, lanjut Gembong, dicek pengembang reklamasi Ancol itu yaitu PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA). Menurutnya, perlu ada audit PT. PJAA tersebut.

"Perusahaan sehat atau tidak, kalau sehat yah perlu memang dia lakukan pengembangan. Pengembangan ke arah mana? Pengembangan jangan ecek-ecek, kelasnya harus dinaika supaya dia legacy pemerintah daerah sekarang lebih baik," tutupnya.

Museum Rasulullah

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim, mengaku mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengizinkan reklamasi perluasan lahan di Ancol dan Dufan seluas kurang lebih 155 hektar. Terlebih, salah satu fasilitas di lahan tersebut adalah membangun masjid apung dan Museum Internasional Sejarah Rasulullah SAW serta Peradaban Islam.

"Reklamasi di Ancol dan Dunia Fantasi nantinya kan untuk masyarakat, akan dikembangkan, dibangun masjid terapung bahkan museum sejarah Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan panutan pribadi saya, bahkan semua umat muslim," ujar Hakim di Jakarta, Selasa (8/7/2020).

Ia menuturkan, dengan adanya berbagai fasilitas di atas lahan reklamasi ini, selain untuk kepentingan publik juga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata karena dapat mendatangkan wisatawan dari mancanegara.

"Justru wisata-wista nya harus dikembangkan sejajar dengan negara lain, seperti Hongkong, Disneyland. Toh nanti bisa meningkatkan PAD, ini kan salah satu cara untuk menarik wistawan muslim di dunia pada datang ke sini, ke museum itu," kata dia.

Pria yang akrab disapa Bung Hakim ini juga mengatakan, dirinya tidak ingin lahan reklamasi di Pantai Ancol sepenuhnya menjadi kawasan privat dan tertutup. Ia berharap, perluasan kawasan rekreasi itu nantinya juga bisa diakses untuk publik.

"Kalau memang untuk kepentingan warga DKI Jakarta dan masyarakat umum kenapa tidak," ujar dia.

Anggota Komisi A DPRD DKI ini meminta agar masyarakat tidak terus menerus mengkritik keputusan Anies ini.

"Kita lihat dulu lah rencana Pak Anies seperti apa, lihat dulu, jangan dulu rame, ribut dulu, kasih kesempatan kepada pak gubernur seperti apa dan bagaimana perluasan kawasan itu akan dibangun," tambahnya. 
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan), Jakarta Utara.

Izin ini tercantum dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Kepgub pembangunan reklamasi itu ditekan Anies pada 24 Februari 2020 lalu.

Kepgub tersebut berisikan tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 Hektar (Ha) dan kawasan Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 Ha.

"Memberikan izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi dunia fantasi (Dufan) seluas lebih kurang 35 hektar dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas lebih kurang 120 hektar," tulis Anies dalam Kepgub itu.

Tak Paham Reklamasi

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, mengatakan bahwa, perluasan kawasan di Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan) seluas 155 hektar yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukanlah reklamasi. Melainkan, hanya perluasan kawasan biasa karena tersambung dengan daratan Ancol.

"Enggak-enggak karena ini nyambungnya dengan darat. Kalau reklamasi itu kan ada kanalnya kalau ini nyambung dengan darat kayak Marina," ucap Taufik di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, Anies memang telah melaksanakan janji kampanye dengan menyetop reklamasi pada 17 pulau sebelumnya, yakni empat pulau yang sudah terbangun dan 14 pulau yang baru akan dibangun.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini berujar, pihak yang mengkritik Anies tak paham mengenai reklamasi.

"Ya itu karena dia enggak paham apa yang disetop Anies Itu reklamasi. Makanya baca raperda soal 13 pulau di situ kemudian mari kita penggal penggal, pulau ini siapa kalau ini siapa dan saya sudah baca Kepgub 237. Saya sudah lihat lokasinya," jelasnya.

Ia menambahkan, proyek perluasan lahan ini pun telah ada sejak tahun 2009 dan telah menjadi lokasi pembuangan hasil urukan dari sungai dan waduk melalui program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), dan dikenal juga dengan sebutan Proyek Darurat Penanggulangan Banjir Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project atau JUFMP).

"Itu dulu terdiri dari perluasan Dufan dan lain-lain itu 135 hektar itu ada kotak-kotak yang udah jadi. Karena uruknya dari JEDI itu dari uruk sungai dibuangnya ke situ. Jadilah yang 20 hektar. Itu sebelum ada nama reklamasi udah jadi itu barang," kata dia.



#Ancol #gubernur #dki #wisata #museum #nabi #masjid

Komentar Anda
Komentar