Hello,

Reader

KPN Minta Telkomsel Aktif Selesaikan  Kebocoran Data Prbadi Pelanggaan
Ilustrasi Telkomsel
KPN Minta Telkomsel Aktif Selesaikan  Kebocoran Data Prbadi Pelanggaan

Jakarta, HanTer - Komite  Penggerak  Nawacita  (KPN) mendukung  sepenuhnya  penuntasan secara hukum atas kasus  dugaan pencurian dan penyebarluasan  data pribadi pelanggan Telkomsel yang menimpa pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar.  

Sambil  mengikuti  dan  mendorong  penuntasan  kasus tersebut  KPN  meminta  agar  jajaran  Komisaris  dan  Direksi  PT.  Telkom  sebagai  induk perusahaan  Telkomsel  terlibat aktif  dalam  penyelesaian  kasus  tersebut. 

"Agar  tidak  terjadi  main tuduh,  jajaran  Komisaris  dengan  dipimpin  Komisaris  Utama  serta Dewan  Direksi  dengan  segala  kewenangan  yang  dimilikinya  perlu  bergerak  cepat menuntaskan masalah  ini," ujar Perwakilan  KPN, Pitono  Adhi dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Pitono menegaskan, perlu ditelusuri  dan  diungkap siapa pelaku tindak kriminal  tersebut hingga ke dalangnya. Terhadap  mereka  yang terbukti melakukan  pelanggaran, pimpinan perusahaan  perlu  memberikan sanksi tegas dan  terukur.  Langkah nyata segenap pimpinan perusahaan juga diperlukan guna  memastikan  agar peristiwa serupa tidak  terulang di kemudian hari. 

"Sebagai Badan Usaha Milik Negara  (BUMN), sudah selayaknya bila PT. Telkom sebagai  induk dari PT. Telkomsel menaruh perhatian yang serius terhadap kasus ini. Perhatian  serius diikuti dengan  langkahlangkah nyata sebagaimana kami  serukan tadi adalah juga wujud  kepedulian negara, yang dalam hal ini  salah satunya direpresentasikan oleh PT. Telkom, dalam upaya melindungi kerahasiaan data pribadi warga negara," tandanya.

Sebelumnya, atas kebocoran data Denny Siregar, Menkominfo Johnny G Plate juga meminta PT Telkomsel untuk bergerak melakukan investigasi terkait bocornya data pribadi. Hal itu disampaikan Johnny G Plate melalui siaran pers yang dipublikasikan di website Kominfo

"Kementerian Kominfo telah meminta kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler terkait, untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri apakah telah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan telekomunikasi seluler. Diharapkan hasil investigasi ini dapat segera disampaikan," ujarnya di Jakarta, Senin (06/07/2020).

Dalam siaran pers nomor 81/HM/KOMINFO/07/2020 itu Johnny juga menegaskan bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Ayat (3) dan Ayat (5) Peraturan Menteri Kominfo 12/2016, penyelenggara jaringan seluler wajib merahasiakan data dan/atau identitas pelanggan serta wajib memiliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

Johnny pun menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum atas data pribadi akan diproses secara hukum. "Kementerian Kominfo juga menegaskan kembali agar setiap orang tidak menyalahgunakan atau melakukan pelanggaran hukum terkait data pribadi milik orang lain. Segala pelanggaran akan diproses secara hukum," jelasnya. 



#DennySiregar #Telkomsel

Komentar Anda
Komentar