Hello,

Reader

Gus Jazil Ingatkan Benny, Mau Berantas Mafia Jangan Malah Jadi Mafia
Diskusi Empat Pilar Kebangsaan, Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Biro Humas MPR RI dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI’ di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat kemarin, yang dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Dr. Jazilul Fawaid, Anggota Komisi IX DPR FPDIP Rahmad Handoyo, Kepala BNP2MI Benny Ramdhani dan Moderator John Andhi Oktaveri (Wartawan Bisnis Indonesia).
Gus Jazil Ingatkan Benny, Mau Berantas Mafia Jangan Malah Jadi Mafia

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid atau akrab disapa Gus Jazil mendukung langkah penyerbuan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, yang akan membongkar dan mengobrak-abrik para mafia yang bermain dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Namun politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan, jangan nantinya Benny atau siapa saja yang awalnya hendak perangi mafia, malah ikut-ikutan jadi mafia.

"Jangan sampai malah tertular ikut jadi mafia," celoteh Gus Jazil yang disambut tawa para narasumber dan peserta diskusi
Empat Pilar Kebangsaan, Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Biro Humas MPR RI dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI’ di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat kemarin, yang dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Dr. Jazilul Fawaid, Anggota Komisi IX DPR FPDIP Rahmad Handoyo, Kepala BNP2MI Benny Ramdhani dan Moderator John Andhi Oktaveri (Wartawan Bisnis Indonesia).

Untuk diketahui, dalam waktu dekat ini, tepatnya pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020, akan membentuk Satgas Pemberantasan Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural sebagai bentuk memerdekakan PMI dari praktik oknum sindikasi.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani dalam diskusi empat pilar MPR di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan, Jumat, (10/7/2020).

"Jika tidak ada halangan, 17 Agustus kita akan bentuk satgas," ujarnya.

Dalam memberantas praktik mafia Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural kata Benny, BP2MI juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak termasuk Kemenlu, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Kemenaker, BUMN, Polri dan TNI.

"Selain Kementerian dan lembaga, kita juga sudah menjaline komunikasi dengan beberapa ormas keagamaan seperti PBNU, Muhammadiyah, PGI dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) untuk memerangi kejahatan pengiriman pekerja migran ilegal ke luar negeri," ungkapnya.

Pihaknya juga meminta dukungan dari Pimpinan MPR dan Komisi IX DPR RI, agar cita-citanya terlaksana. "Ini tugas berat, BP2MI tidak bisa sendirian. Yang pasti, 'Bendera Merah Putih' tidak boleh berkibar lebih rendah di bawah posisi bendera-bendera perusahaan yang selama ini mengambil keutungan secara ilegal," kata Benny.

"Untuk memberantas mafia itu, saya yakin kami tidak sendiri, karena ada Komisi IX yang akan membantu melalui alokasi anggaran," tambahnya.

Benny Rhamdani juga berjanji, BP2MI akan membebaskan biaya penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) pada Agustus mendatang sebagai hadiah HUT Kemerdekaan RI.

"Pada Agustus mendatang, selaian pemebentukan Satgas Mafia, saya juga akan meluncurkan PMI bebas dari biaya penempatan, karena mereka selama ini terbebani praktik rente sehingga mereka harus membayar bunga 21 hingga 27 persen," ujar Benny.

Mantan Anggota DPD RI dua periode dari dapil Sulawesi Utara tersebut menambahkan, oknum-oknum jahat yang memanfaatkan pekerja migran selama ini adalah oknum yang menamakan koperasi atau lembaga non perbankan yang secara licik meminjam di bank.

"Bank juga terlibat dalam kejahatan itu dengan bunga enam persen ketika dipinjamkan ke PMI bunganya membengkak 21 hingga 27 persen," katanya.

Dia menegaskan tema besar BP2MI era kepemimpinannya adalah memerangi sindikasi PMI non prosedural. "Kita sudah mendeklarasikan perang melawan mafia, sindikat dan penjahat pengirim PMI ilegal ke negara-negara penempatan," katanya.

Gus Jazil dalam menanggapi apa yang menjadi target Benny, berharap agar Satgas yang dibentuk BP2MI nantinya bisa diawasi Komisi IX DPR RI. "Dan akan lebih terang lagi, jika diawasi nanti oleh Wartawan di Press Room DPR," ujar Gus Jazil.

Namun, Gus Jazil juga menyarankan agar Benny Rhamdani hati-hati dan tidak terjebak dalam lingkaran para mafia tersebut. "Yang perlu diingat, mereka sudah ada dari dulu sebelum Pak Benny datang. Jadi intinya kita support, kita kasih kekuatan, tapi pak Benny jangan sampai terjebak," pungkasnya.

(



#MPR #GusJazil

Komentar Anda
Komentar