Hello,

Reader

Pelaku Eksploitasi Seks Terhadap 305 Anak Layak Diberi Hukuman Berat dan Kebiri
Pelaku Eksploitasi Seks Terhadap 305 Anak Layak Diberi Hukuman Berat dan Kebiri

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Susanto, MA mengapresiasi Polda Metro Jaya atas kesigapannya mengungkap kasus pembuatan 305 video porno dengan pemeran anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille alias Frans (65). 

Pengungkapan kasus pedofil tersebut merupakan langkah positif untuk menekan kasus kejahatan seksual terhadap anak. "Kami mengapresiasi Polda Metro Jaya atas kesigapannya mengungkap kasus ini," kata Dr Susanto, MA kepada Harian Terbit, Minggu (12/7/2020).

Susanto memaparkan, dalam kasus yamg dilakukan Frans tersebut KPAI telah sepakat untuk saling berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menidaklanjuti kebutuhan rehabilitasi terhadap korban. Kasus pembuatan film porno dengan pemeran anak-anak yang dilakukan Frans maka menjadi perhatian bagi semua pihak, orangtua dan masyarakat untuk semakin berhati-hati meningkatkan perhatian dan pantaun terhadap anak.

"Perhatian itu agar mereka (anak-anak) tidak rentan terpapar menjadi korban. Makanya yang dilakukan Polda Metro Jaya merupakan langkah positif untuk menekan kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak," tandasnya.

Susanto meminta Pemda juga ikut andil dalam melindungi anak-anak dari perilaku bejat yang dilakukan di dalam kamar hotel. Oleh karena itu Pemda harus mulai mengontrol keberadaan hotel agar menghindari adanya pelecehan seksual yang terjadi. Karena kasus ini diduga dilakukan di hotel maka Pemda harus melakukan kontrol dan pengawasan terhadap hotel dan penginapan untuk memastikan hotel digunakan sesuai fungsinya dengan baik.

Sementara terkait hukuman yang pantas untuk pelaku yang membuat film porno dengan pemeran utama anak, Susanto meminta agar ada proses hukum yang  seberat-beratnya yakni maksimal 15 tahun. Hukuman yang berat harus diterapkan agar ada efek jera terhadap para pelakunya. Dengan hukuman berat juga akan membuat pelaku lain akan berpikir ulang ketika akan melakukan kejahatan terhadap anak - anak.  "Proses hukum seberat-beratnya, tak ada toleransi," tegasnya.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait juga mengaku prihatin adanya orang dewasa yang mengeksplorasi anak-anak. Apalagi eksploitasi yang dilakukan orang dewasa tersebut orientasinya demi mendapatkan uang atau lainnya. Oleh karena itu pelakunya harus mendapatkan hukuman yang berat. "Ini pelecehan terhadap harkat martabat anak," tandasnya.

Agar kasus serupa tersebut tidak berulang, Arist pun meminta agar ditetapkan hukuman berat bagi pelakunya yakni hukuman penjara seumur hidup. Selain itu segera juga Pemerintah membuat PP  hukuman kebiri. Hukuman yang berat dan kebiri tersebut agar anak-anak tidak lagi merasa terancam dari para pelaku. 

Penyidik Polda Metro Jaya mendalami alasan warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) membuat hingga 305 video porno dengan pemeran anak di bawah umur.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengatakan pihaknya juga mendalami kemungkinan tersangka Franz menjual video tersebut. "Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan, dikemanakan selama ini video yang mereka buat," kata Nana di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).

Nana mengatakan penyidik Kepolisian menemukan 305 video tidak senonoh yang dilakukan Franz dengan korban yang berbeda-beda. Atas dasar fakta tersebut petugas memperkirakan korban tersangka mencapai sekitar 305 orang. Dari 305 orang yang ada dalam video di laptop tersangka Franz, petugas baru berhasil mengindentifikasi sebanyak 17 orang.

"Ada 17 yang dapat kami identifikasi yang memang rata-rata di antara mereka berusia ada yang 10, 13 dan 17 di antara itu ya," kata dia.

Tersangka Franz diketahui mencari korbannya di mall-mall hingga anak-anak jalanan. Korbannya ditawari untuk menjadi model dan ketika sampai di hotel korban diminta untuk berfoto tanpa busana dan dipaksa berhubungan badan.

"Untuk modus operandi tersangka untuk berjalan-jalan dimana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati, dibujuk dan diajak ditawarkan jadi foto model. Anak yang mau mereka bawa ke hotel," papar Nana.

Akibat perbuatannya, Franz kini telah menyandang status tersangka dan dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 junto 76 D UU RI Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Polisi juga menyita barang bukti berupa puluhan kostum untuk pemotretan, laptop, alat fotografi, kamera tersembunyi, alat bantu seks hingga kontrasepsi.



#Pencabulan #wna #prancis #anak #polisi

Komentar Anda
Komentar