Hello,

Reader

SK Berakhir, Kinerja Dirjen Bea Cukai selama 5 Tahun Tidak Menggembirakan
Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi
SK Berakhir, Kinerja Dirjen Bea Cukai selama 5 Tahun Tidak Menggembirakan

Jakarta, HanTer - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengimbau, Kementerian Keuangan memberikan keputusan tentang nasib Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi terkait habisnya Surat Keputusan (SK) pengangkatannya. 

"SK Dirjen Bea Cukai sudah berakhir 1 Juli 2020. Harus ada kepastian hukum. Kalau mau diganti ya ganti. Kalau mau diperpanjang, mesti keluarkan SK baru," ungkap Tauhid kepada wartawan, Senin (13/7). 

Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan diperpanjang atau diganti. Hal ini mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Selain itu, Tauhid menilai kinerja Heru terlalu biasa. Bahkan, belakang mendapat sorotan Menkopolhukam Mahfud MD terkait mangkraknya kasus Harley-Garuda selundupan.

Belum lagi, kebijakan Direktorat Bea Cukai di tangan Heru selama ini standar saja. Bahkan soal diskon rokok ini berdampak pada berkurangnya pendapatan negara.

"Kebijakan soal diskon cukai rokok yang mana produsen rokok bisa menjual rokok di bawah 85 % persen dari harga akan merugikan negara," kata Tauhid.

Harusnya, kata Tauhid, kebijakan ini dibatalkan sehingga pendapatan negara bisa maksimal. Atau metode survei yang dilakukan cukup di 20 kota saja tidak 40 kota.

Ditegaskan Tauhid, meminta agar pemerintah memperhatikan betul potensi PPh badan yang bakal hilang sebagai akibat kebijakan tersebut yang mencapai triliunan.

Sebagai informasi, Heru diangkat menjadi Dirjen Bea dan Cukai sejak 1 Juli 2015, atau sudah lima tahun menjabat.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Adilsyah Lubis menegaskan bahwa sejumlah kebijakan Dirjen Bea Cukai tidak pro rakyat. Terutama soal diskon bea cukai rokok senilai 85 persen yang bisa berdampak serius pada kesehatan masyarakat.

"KPK sudah bicara juga soal potensi kerugian negara kalau rokok boleh dijual sekitar 85 persen dari harga eceran. Mesmi baru assesment," ucapnya.

Menyoal informasi SK pengangkatan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi yang selesai 1 Juli, maka menurut Adil seharusnya Kemenkeu mencari penggantinya.
"Toh kinerjanya juga standar kalau tidak bisa dikatakan buruk. Apalagi kalau sudah masuk masa pensiun maka Dirjen Bea Cukai bisa diganti," tegas Adil.

Ditambahkannya, Dirjen yang baru mungkin akan lebih gesit dalam mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi pada bea dan cukai.



#BeaCukai #HeruPambudi #

Komentar Anda
Komentar